Wall Street Ditutup Flat, Menjelang Pemilu di AS


Bursa saham AS di Wall Street ditutup dengan perubahan terbatas pada Senin waktu setempat, atau Selasa waktu Indonesia, seperti yang dilansir dari kompas.com. 

Para investor sedang mencerna sejumlah rencana merger sejumlah korporasi besar di AS serta mencermati perkembangan terkini dari pemilu AS. 


Bursa saham bergejolak pada Jumat, seiring langkah FBI untuk menginvestigasi lebih banyak email Hillary Clinton, calon presiden dari Partai Demokrat, yang menggunakan email pribadi untuk kepentingan negara yang bersifat rahasia. 

Dengan demikian, menimbulkan ketidakpastian keikutsertaan Hillary Clinton dalam perlombaan menuju Gedung Putih melawan rivalnya, Donald Trump. 


Polling opini menunjukkan jarak pilihan warga atas Hillary kini semakin sempit dengan Trump. Menunjukkan bahwa masalah email ini menggerus kepercayaan publik terhadapnya. Pemilu presiden dan kongres dilaksanakan pada 8 November mendatang. 


Indeks Dow Jones ditutup turun 18,77 poin atau turun 0,1 persen ke 18.142,42. Indeks S&P 500 turun 0,26 poin atau turun 0,01 persen ke level 2.126,15. Dan indeks Nasdaq Composite turun 0,97 poin atau turun 0,02 persen ke level 5.189,14.
Top