Wajah Sangar Tapi Berhati Lembut. Tulisan Jerinx ini Dibagikan Hingga 30.226 Kali di Facebook


Facebook JRX

Menghargai perbedaan, itulah yang seharusnya dilakukan. Saat ini memang ramai diperbincangkan tentang aksi demo 4 November di Jakarta, yang hingga menjadi sorotan dunia. Hingga banyak kalimat, ungkapan, ataupun aksi yang secara tidak langsung adalah memberikan, mengingatkan kepada semua masyarakat Indonesia akan identitas asli bangsa ini yang terkenal ramah, sopan, santun serta menjunjung tinggi kejujuran dan menghargai oranglain.

Baca Juga: Indahnya Bhinekka Tunggal Ika, Meski Beda Agama Mereka Saling Menyuapi

Seperti postingan yang viral terkait demo ini, musisi I Gede Ari Astina atau yang biasa disapa Jerinx asal Bali memposting tulisan yang menjadi sorotan netizen di Facebook. Tulisan Jerinx ini berjudul 'apa yang saya lakukan jika agama saya dihina?'.

Jerinx memposting tulisannya itu di Facebook, Kamis (3/11/2016). Jerinx menyebut ada banyak keganjilan dalam kasus ini, apalagi menjelang momen Pilgub 2017. Dia menilai ada pihak-pihak yang mempolitisir ucapan Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51, sehingga memicu demonstrasi massa 4 November ini.

Jerinx juga mengemukakan contoh masyarakat Indonesia terutama di Bali yang berbeda-beda agama tidak terpecah belah pasca peristiwa bom bali 1 dan 2 yang dilakukan oleh teroris yang mengatasnamakan agama. Saat itu tidak ada sentimen agama, justru semua umat bersatu dan saling bahu membahu mmebantu pemulihan Bali. Menurut drummer band Superman Is Dead (SID) ini, setelah aksi bom Bali 1 dan 2 tidak ada aksi demo. Tidak ada pula aksi menolak agama tertentu di Bali.

Hingga artikel ini dimuat, postingan Jerinx di Facebook ini mendapat likes dari 56 ribu lebih netizen dan dishare lebih dari 33.200 kali. Komentar bernada pro dan kontra pun bermunculan.

Berikut tulisan lengkap Jerinx:

Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa?

Karena saya percaya Tuhan maha kuasa.
Ingat ya, Bali dibom dua kali oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebuah agama, menganggap Bali sebuah tempat yang 'kotor dan layak dilenyapkan'. Tapi apa yg terjadi setelah bom-bom tersebut? Ga ada yang namanya demo atau aksi menolak agama tertentu di Bali. Yang terjadi malah saling bantu untuk memulihkan Bali.

Sekarang bayangkan, jika saya dan orang-orang Bali lainnya berpola pikir "wah, agama itu memusuhi agama/budaya saya, dan agama saya mengajarkan saya untuk membalas dendam dan membunuh orang-orang tersebut" bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi?

Ya. Perang. Perang. Dan perang. Darah. Air mata. Kehancuran. Lalu? Masuklah asing dengan propaganda 'mendamaikan' konflik dan mengambil alih semua SDA yang dimiliki bangsa ini. Kasus seperti itu sudah banyak terjadi di belahan bumi lain.
Dan cara yang paling gampang untuk mencegah semua itu adalah: berhentilah menjadi pembela agama. Simpan agamamu untuk dirimu sendiri. Untuk apa percaya Tuhan itu maha kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatannya?
Salam Indonesia Raja! ❤

Anda bisa melihat berbagai komentar pro dan kontra para netizen di akun facebook JRX berikut ini.



loading...
Top