Untuk Anda yang Masih Single, Resapi Pola Pikir Ini untuk Mengusir Kegalauan


Kadang kebanyakan dari kita sering bertanya pada saudara atau teman diusia yang sudah cukup, "Kapan menikah?". Pertanyaan itu tidak salah namun ada baiknya memikirkan kembali pilihan hidup yang mereka jalani.

Ada beberapa orang yang menganggap single itu menarik dan membedakannya dengan kata "jomblo" yang sering diartikan negatif. Kenapa single itu menarik namun tidak selalu jadi terbaik? Mungkin beberapa alasan di bawah ini dapat menjadi referensi kegalauan yang sedang melanda anda, dilansir dari IdnTimes..

BACA JUGA : Bagaimanapun Masa Lalu Anda, Tolong Lakukan 4 Kebaikan Ini demi Masa Depan Anda

Tidak semua pasangan itu bahagia.



Memang dapat diartikan secara konservatif, bahwa mereka yang memiliki pasangan pun belum tentu bahagia seperti saat mereka sendiri. Eksistensi dan esensi dari kebahagiaan itu relatif, walau terkadang dari segi perspektif hal ini dapat dimaklumi.

Namun bila melihat korelasinya dengan masa sekarang, sepertinya kita dipaksa untuk segera berkembang biak walau tidak bahagia. Itu semua kembali kepilihan awal kita, ada beberapa orang yang memilih menikah baru pacaran, dan ketika tidak cocok lalu bercerai, namun ada juga yang pacaran dahulu kemudian menikah. Kebahagiaan untuk sendiri/ berpasangan itu relatif, ukurannya sama seperti judi. Hanya hati kita yang merasakannya.

Sendiri itu bebas, namun terikat. 



Sebenarnya segala sesuatunya saling terhubung antara sesama manusia. Pada realitanya kita dengan jodoh kita hanya dipisahkan oleh kepekaan perasaan dan intuisi kita. Ada kalanya kita merasa bebas saat sendiri tapi pasti ada sesuatu yang seperti mengikat perasaan kita dan membuat kita seolah kesepian walau ditengah keramaian. Itulah efek manusia sebagai makhluk sosial yang perlu menikah secara normal sebagai pria dan wanita. Karena "takut akan bayangan" itu selalu menghantui kita ketika akan melangkah ke jenjang pernikahan.

Lebih baik putus saat pacaran daripada bercerai saat menikah. 



Poin ketiga ini yang banyak orang sebut sebagai "takut akan bayangan", namun ada benarnya. Tidak semua pernikahan itu membawa berkah, ada beberapa yang justru merepotkan orang lain, saudara, bahkan teman hanya karena masalah ekonomi, sosial, budaya dan berakhir dengan perceraian. Bahkan ketika bercerai pun kita tetap harus menafkahi anak dan istri kita nantinya.

Ini merupakan dilema yang sejak dulu dialami banyak pasangan muda yang menikah tanpa modal. Karena itu pola pikir orang kota yang maju saat ini lebih baik sukses dahulu baru menikah, namun hal ini pun tidak menjamin saat menikah kita tidak akan jatuh miskin pula. Dan dibeberapa negara maju pola hidup bebas dan single sudah sering diterapkan, namun hasilnya tetap negatif, bahkan kembali ke jaman batu pun juga sama. Tidak ada yang pasti dan abadi di dunia ini. Hanya ada pilihan dan risiko yang harus diambil.
loading...
Top