Teror Bom, Gereja di Kota Batu Dipastikan Aman Oleh Polisi



Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batu memastikan nihil alias tidak ada bom di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik di Jalan Ridwan Nomor 16, Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Berdasarkan hasil sterilisasi di dalam gereja oleh Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Ampeldento dan unit K-9, tidak ditemukan bahan peledak.

BACA JUGA : Teror Bom Samarinda, Residivis Terorisme di Masyarakat Sangat Perlu Untuk Ditingkatkan

"Hasil dari Satbrimob, K-9, dan petugas, setelah dilakukan sterilisasi dan juga dicek tempat-tempatnya di area gereja, seluruhnya dinyatakan aman," kata Kepala Polresta Batu, Ajun Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata.

Simarmata menjelaskan kronologi ancaman peledakan gereja itu berawal dari Seketariat Gereja yang menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal pada pukul 08.30 WIB. Si penelepon menyampaikan sebentar lagi gereja akan meledak karena sudah dipasang bom.

"Pihak seketariat langsung menghubungi Polsek. Polsek menghubungi Polres, dan segera kita lakukan sterilisasi, kita tutup dengan police line (garis polisi). Setelah itu kita evakuasi seluruhnya yang ada di dalam Gereja. Kemudian Tim Jihandak dari Satbrimob Ampeldento dan k-9 datang langsung menyisir lokasi," ujar Simarmata.

Penyisiran selama tiga jam hingga pukul 14.30 WIB. Tim Jihandak menyisir sudut-sudut Gereja Paroki hingga Biara Fios Carmel yang berada berdekatan dengan Gereja Paroki.

Simarmata menyebut sebelumnya sudah melakukan pengamanan dan patroli ke beberapa tempat ibadah mulai masjid, gereja, vihara, klenteng, dan pura. "Pengamanan kami lakukan juga dalam pengamanan Pilkada Kota Batu," katanya.

Mengenai teror di daerah lain, Simarmata mengungkapkan kini sedang dalam penyelidikan Kepolisian. "Sementara status Gereja kita memperlakukan one gate system (satu pintu masuk) dan masih akan kita jaga," ujarnya.
Top