Terbongkar! Dua Kuburan Massal Korban Genosida ISIS di Irak


Ilustrasi kuburan masal

Meskipun gencar kecaman kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang melakukan pembunuhan besar-besaran bagi semua pengguna dan pengedar narkoba, hal itu tak menyurutkan niatnya menumpas kejahatan narkoba.

Pada saat viralnya kabar itu, Duterte dituduh melakukan genosida. Namun Duterte menyamakan ketegasanya menumpas kejahatan dengan apa yang dilakukan Organisasi ISIS. Mana yang menurut anda lebih pantas disebut genosida?

Fakta terungkap, pasukan keamanan yang berhasil mengusir militan dari Mosul, menemukan dua kuburan massal yang diduga merupakan korban pembunuhan dan penculikan ISIS. Berisi ribuan tulang-belulang, kuburan turut menyimpan setidaknya 18 jenazah anggota minoritas Irak Yazidi.

Baca Juga: Beredar Keset Kaki di Yogyakarta Berisi Lembaran Kertas Ayat Suci Alquran

Dikutip dari dari Al Arabiya melalui republika, Senin (28/11), kuburan massal yang ditemukan Pasukan Peshmerga Kurdi tersebut berada di dekat persimpangan Shababit. Selain tulang-belulang, kuburan massal masih menyimpan kartu identitas yang tampaknya coba ditutupi dengan tanah menggunakan buldoser.

ISIS, pada 2014 lalu diketahui memang secara sistematis dan masif telah menangkap, memperbudak dan membunuh ribuan warga Yazidi ketika menyerbu Sinjar. Peneliti PBB sudah mengkategorikan tragedi itu sebagai genosida, mengingat sangat banyak warga yang tinggal di sana.

Wali Kota Sinjar, Mahma Xelil, mengatakan, penemuan terbaru itu menambah jumlah korban dari warga minoritas Yazidi menjadi 29 orang, dan diperkirakan akan meningkat lebih dari 40 orang. Berjumlah sekitar 400.000 orang, Yazidi bisa dikatakan sekte keagamaan yang gabungkan unsur Timur Tengah kuno.

Kantor Urusan Penculikan di Duhok, mengungkapkan sekitar 3.500 warga Yazidi diyakini masih hidup di daerah yang dikendalikan ISIS, dengan sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak. Rabu (23/11) lalu, 18 orang melarikan diri dari kota Tal Afar yang ada di Irak bagian utara.

Top