Suara 4 November, Perhatikan Hal Ini Agar Demo Tak Berubah Anarkis!

Jumat siaga, Menyusul demo besar-besar yang terjadi pada 14 Oktober 2016 lalu, pada 4 November 2016 mendatang, kabarnya kembali diadakan demo yang lebih besar. Menurut laporan Antara News, Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan bahwa demo selanjutnya akan melibatkan ormas dari luar Jakarta. Serupa dengan tujuan sebelumnya, demo 4 November nanti juga masih akan menuntut hal yang sama, yakni menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar diproses hukum atas dugaan penistaan agama. Lantas, seperti apa hal-hal yang patut diperhatikan saat demo 4 November berlangsung?

Berikut ini beberapa cara-cara menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan. Agar tetap tercipta kesuksesan penyampaian pendapat yang tidak menyakiti hati orang lain.

1. Agar tak semata-mata tersulut emosi, biasakan untuk membuat pro dan kontra sebelum menyampaikan argumen. otomatis akan didapatkan versi terbaik pemikiran yang perlu disampaikan.


2. Terkadang kita juga bisa salah persepsi, biasakanlah untuk mendengarkan opini orang lain sampai selesai. Bila lebih paham konteksnya, kritik kita juga akan tepat sasaran, bukan? Sehingga kritik yang dilontarkan benar-benar bisa membangun.


3.  Jokes memang akan mencairkan suasana. Namun ingatlah bahwa apa yang menurutmu lucu, belum tentu lucu bagi orang lain. Apa yang dianggap bercanda, bisa jadi menyerang sisi personal seseorang.


4. Makian dan kata-kata kasar bukanlah bagian dari berpendapat. Pesanmu tak akan sampai, dan justru melukai banyak pihak. So, Stop cacimaki di media apapun.


5. Perdebatan yang sehat menyerang opini dan landasan berpikir, bukan latar belakang ataupun kehidupan yang bersifat personal. Serang opininya, jangan serang orangnya.


6. Aksi demo untuk menyampaikan pendapat adalah hak segala bangsa. Asal dilakukan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas yang ada.


Nah, apapun yang terjadi nanti, semoga rencana aksi 4 November bisa berjalan dengan tertib dan benar-benar damai, sehingga aspirasi rakyat tersampaikan, dan pengelola negara bisa mengambil tindakan yang tepat. Sehingga bangsa Indonesia bisa kembali bersatu dalam harmonisasi.
loading...
Top