Semakin Kamu Berusaha Untuk Menerima & Ikhlas, Perasaan Akan Semakin Tenang

Keikhlasan hati seolah begitu mudah untuk dijalani, tapi ternyata banyak yang gagal.



BACA JUGA: Bila Aku Wanita Pertama di Hatimu, Bolehkah Aku Jadi Simpananmu?

Perlu tahapan-tahapan dan disertai perasaan sabar serta tulus. Niat dan tekad juga sangat berpengaruh dalam menjalaninya. Walaupun tidak sepenuhnya, tapi dengan mencoba dan selalu mencoba, dijamin kita pasti akan mendapatkannya.

Keikhlasan sama dengan menerima dan erat kaitannya dengan bersyukur. Oleh karena itu untuk dapat mengikhlaskan apapun, barengilah dengan hati dan perasaan yang penuh penerimaan dan mempasrahkan segalanya kepada Tuhan semata.

Ingat! Ikhlas Bukan Berarti Pasrah, Bukan Berarti juga Kalah

Dikutip dari vemale, Ada saat dimana kita harus merasa pasrah terhadap segala keadaan. Meski pasrah, bukan berarti kita adalah seseorang yang kalah. Bukan pula, kita adalah seseorang yang payah. Pasrah adalah dimana kita menerima segala hal dengan perasaan yang tulus dan pengharapan besar bahwa apa yang kita alami adalah kehendak terbaik dariNya.



Di balik segala kepasrahan yang kita lakukan, tetap disarankan untuk tetap ikhtiar dan yakin bahwa segala sesuatu yang indah akan datang suatu saat kelak. Di balik kepasrahan yang kita lakukan, juga sangat disarankan agar kita senantiasa berusaha serta berdoa meminta yang terbaik dariNya, meminta petunjukNya dan menyerahkan segalanya hanya kepadaNya.

Jangan terlalu memaksa, terutama dalam bertindak

Ada saat dimana kita begitu menginginkan sesuatu hingga kita lupa bahwa apa yang kita inginkan bisa saja bukan yang terbaik buat kita. Karena keinginan tersebut, tak jarang kita pun akan melakukan berbagai cara dan terlalu memaksa kehendak. Kalau sudah memaksakan kehendak, salah bertindak pun menjadi masalah kita. Perasaan jadi semakin tak tenang, selalu merasa kurang dan sama sekali tak nyaman.



Sementara itu, tahukah kita apa dampak dari ini semua? Tak hanya merugikan diri sendiri, memaksakan kehendak hingga mendorong kita salah dalam bertindak juga akan merugikan orang-orang di sekitar kita, merugikan orang-orang yang kita cinta dan membuat perasaan mereka terluka serta kecewa. Kalau sudah begini, bukankah kita akan marah? Tak hanya marah pada orang-orang tersebut, bahkan kita tak jarang akan memarahi diri sendiri. Yang lebih mengerikan, sesekali kita pun akan marah dan menyalahkan sang pemilik nyawa. Lantas, siapa yang harusnya disalahkan jika sudah begini?

Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan



Seiring berjalannya waktu, seolah nasihat ini sudah mulai dilupakan. Tuhan sebagai pencipta umat-Nya pasti tahu betul apa yang benar-benar mereka butuhkan. Di balik semua rasa ikhlas yang ada di dalam hati dan penerimaan yang benar-benar tulus, akan ada suatu yang akan membuat kita senantiasa bahagia. Ada sesuatu yang akan senantiasa membuat kita merasa tenang, nyaman dan lebih dekat denganNya.
loading...
Top