Pedihnya Nasib Muslim Rohingya yang Kabur ke Bangladesh Karena Diburu Militer


Derita hidup para pengungsi Rohingnya

Penderitaan para muslim Rohingnya ini masih belum berakhir. karena para militer Myanmar masih memburu mereka. Dari keterangan Militer Bangladesh menyebutkan, karena bentrokan yang terus terjadi antara militer Myanmar dengan muslim Rohingya, membuat orang dari Rohingya kabur ke wilayah mereka.

Penduduk Rohingya berusaha kabur dengan melewati Sungai Naaf, namun mereka ditembaki oleh militer Myanmar. Usaha muskim Rohingya ini tidak diterima Bangladesh, akhirnya kapal mereka didorong kembali oleh penjaga perbatasan Bangladesh.


Derita hidup para pengungsi Rohingnya

Dilansir satumedia melalui Aljazeera Jumat (19/11/16), sedikitnya 130 orang tewas dalam aksi pembantaian yang terjadi beberapa pekan terakhir di Myanmar.

Pembantaian paling parah terjadi di daerah Rakhine yang menyebabkan ratusan orang tewas. Pembantaian ini terekspos setelah tujuh bulan sebelumnya Aung San Suu Kyi dinobatkan sebagai pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian.

Sepanjang perbatasan Burma dengan Bangladesh juga telah dijaga tentara Myanmar. Ini dilakukan usai serangan terkoordinasi pada tiga pos perbatasan pada 9 Oktober lalu yang menewaskan sembilan polisi.

Baca Juga : Pedihnya Derita Hidup Para Muslim Rohingya Myanmar

Para muslim Myanmar ini dikurung di distrik yang jauh dari kota. Bahkan mereka juga dilarang keluar untuk bekerja dan mencari nafkah.

Terakhir, militer Myanmar melakukan operasi selama tujuh hari terakhir dengan menggunakan helikopter. Alhasil puluhan orang tewas saat operasi ini berlangsung.

“Kira-kira sekitar 500 Rohingya sudah melarikan diri dari Myanmar sejak bentrokan Oktober lalu,” ujar sumber pekerja bantuan di sana.
Top