Pasangan Romantis ini Buktikan Bahagia dalam Cinta Itu Tak Melulu Soal Fisik



Beberapa orang salah mengartikan bahwa akan bahagia dan tak malu jika punya pasangan yang mempunyai fisik sempurna plus rupawan, kalau pria tampan dan kalau wanita cantik.

Namun tidak bagi sebagian orang, seperti dua sejoli dengan keadaan fisik yang tak seperti kebanyakan orang ini. Mereka tetap bahagia dengan ketidak sempurnaan mereka dalam pandangan orang lain.

Paulo Gabriel da Silva Barros (30) baru-baru ini telah melamar pacarnya yang bernama Katyucia Hoshino (27).

Mereka adalah pasangan yang berasal dari Itupeva, Brasil.
Barros dan Hoshino adalah satu dari pasangan unik.

Mereka memiliki tinggi badan yang nggak lebih dari usianya.
Yups, Barros menderita genetika langka yang disebut displasia dwarfisme, sebuah gangguan yang mempengaruhi tulang rawan.
Gangguan ini terjadi satu banding 100 ribu kelahiran bayi, meskipun sangat umum di Finlandia.

Hoshino juga menderita kelainan dwarfisme achondroplasia, kondisi dimana terjadi ketidakmampuan tubuh untuk mengkonversi tulang.
Gangguan ini terjadi satu dibanding 15 ribu hingga 40 ribu bayi yang baru lahir.



Dikutip dari tribunnews, melalui laman dailymail, Barros memiliki tinggi 34,8 inci (88,392 cm), dan Hoshino memiliki tinggi 35,2 inci (89,408 cm).

Sebelum bertunangan, mereka sudah menjalin hubungan selama delapan tahun.

Baca Juga : "Permasalahan Kami Bukan Perbedaan Keyakinan Namun Pada yang Menghina Kitab Kami" Kata Netizen

Mereka bertemu di media sosial dan mulai berhubungan lewat MSN messenger.

Baru-baru ini, Barros meminta teman-teman dekat mereka di sebuah restoran sushi untuk menyaksikannya melamar Hosino.

"Seperti semua orang tahu, kami sudah bersama-sama selama delapan tahun, tinggal dan berkencan. Dan kami belum menikah. Dan semenjak kalian semua menjadi teman yang telah menemani perjalanan kami untuk waktu yang lama, saya ingin berbagi dengan kalian untuk memintanya untuk menikah," ungkapnya.


Barcroft Images Katyucia Hoshino

Hoshino awalnya tak percaya, tapi ia sangat tertarik untuk memakai gaun pengantin.

"Ini adalah bagian terbaik ketika akan menikah. Setelah proposal pernikahan saya masih merasa terkejut. Yang paling penting bagi saya saat ini adalah mengejar kebahagiaan. Saya pikir itu tentang cinta dan rasa syukur, selalu, " ungkapnya.

Barros gembira untuk menentukan tanggal pernikahan dan membuat mereka menjadi pasangan suami istri terpendek di dunia.
Mereka berharap diakui menjadi pasangan terkecil di dunia melalui Guinness World Records.

Sebelum Barros dan Hoshino, ada Douglas Maistre Breger da Silva (46) dan Claudia Pereira Rocha (43) dengan tinggi 35 (88,9 cm) dan 36 (91.44) inchi yang telah menikah 18 tahun yang lalu.

loading...
Top