Nikah 2 Minggu, Usia Kehamilan 1 Bulan. Lah, Kok bisa?



Istri hamil, siapa yang tidak senang mendengar kabar tersebut. Tapi apa kata orang jika anda baru menikah 2 Minggu, tapi usia kehamilan istri sudah 1 bulan. Apa kata tetangga, baru nikah misal tanggal 8 Maret 2016, waktu periksa ke dokter tanggal 22 Maret 2016 ternyata usia kehamilan sudah 1 bulan.

Ya, bagaimana jadinya jika ternyata belakangan diketahui bahwa usia kehamilan bayi lebih tua dari usia pernikahan?

Hal itu dialami oleh seorang netter dengan nama Enja. Ia menceritakan pengalamanya, Enja mendapat kabar bahwa istrinya hamil di usia pernikahan yang baru menginjak 2 mingguan, tapi dokter bilang istrinya sudah hamil satu bulan.

Tentu kabar ini membuat Enja menduga hal yang macam-macam dengan isterinya. Nah sebaiknya jangan berpikir bahwa isteri selingkuh sebelum nikah atau melakukan hal negatif lain. Karena ternyata usia kehamilan, lanjut Enja, bukan ditentukan dari tanggal terjadinya pembuahan sperma dan ovum sesasat setelah berhubungan badan melainkan dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Enja mencontohkan dengan pengalamannya dengan isterinya,



HPHT Istri saya :17 Februari 2015
Kami Menikah Tanggal : 8 Maret 2015
Periksa Ke Dokter : 22 Maret 2015

Perhitungan Usia Kehamilan Yang SALAH : 8 Maret 2015 - 22 Maret 2015 = 14 Hari / 2 Minggu
Perhitungan Usia Kehamilan Yang BENAR : 17 Februari 2015 - 22 Maret 2015 = 1 Bulan 5 Hari

"Adapun prediksi melahirkan isteri saya ditentukan dengan rumus Neagele (rumus yang menghitung Minggu Ke-40 Dari HPHT): (Hari+7) – (Bulan-3) – (Tahun+1) Akan tetapi karena bulan saat isteri saya mengalami HPHT tersebut kurang dari 3 (Maret), maka saya menggunakan rumus (Hari+7) – (Bulan +9) – (Tahun)," tutur Enja seperti dikutip dari brilio.net, Minggu (7/11) dari akun Kaskusnya.

Dengan perhitungan tersebut, Hari Perkiraan Lahir (HPL) isteri adalah: 24-11-2015 atau 40 Minggu usia kehamilan. Bisa diperhatikan sekalipun selisih tanggal tersebut dengan hari pernikahan 8 Bulan 2 Minggu 2 Hari tetapi secara perhitungan HPHT sudah memasuki minggu ke-40 atau 9 bulan 10 hari.

Baca Juga : Seminggu Lalu Bicarakan Pernikahan dengan Camer, Tiba-Tiba Calon Istri Sudah Dihamili Sepupu

Lalu bagaimana cara menghitung usia janin dari HPHT? Nah selain selain usia kehamilan, ternyata ada istilah 'usia janin' yang merupakan prediksi usia janin pada saat pembuahan terjadi. Perhitungan ini jarang orang ketahui. Sehingga wajar saja sering terjadi kesalahpahaman.

Kalau mau kurang jelas begini keterangan videonya,


Usia Janin dihitung dengan rumus: "USIA KEHAMILAN DIKURANGI 2 MINGGU". Jadi sebenernya jika seseorang melahirkan di usia kehamilan 40 minggu itu sama saja dengan usia janin 38 minggu.

Lalu kenapa usia janin dihitung dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu? Beberapa ahli mengatakan bahwa ovum keluar dari ovarium diperkirakan pada hari ke-14 atau 2 minggu setelah mens terakhir. Jadi itu sebabnya usia janin diprediksi dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu.

"Bagi yang pernah hamil pasti tau perhitungan ini dan menganggap info ini biasa saja, tapi bagi saya yang baru nikah dan mendapati istri hamil 1 bulan, adalah info yang sangat menarik karena akhirnya saya tahu perhitungan usia kehamilan sebenarnya bukan dihitung berdasarkan pertama kali sperma dan ovum bertemu melainkan HPHT. Cuman permasalahan lainnya tetep muncul ketika satu persatu teman-teman yang belum menikah menanyakan usia kehamilan istri saya. Ekspresi mereka pun kaget seperti saya karena usia kehamilan melebihi usia pernikahan, namun ketika saya jelaskan mereka pun akhirnya mengerti, ya tapi tetep capek karena yang nanya bukan cuman 1 tapi banyak jadi mesti sabar jelasinnya," pungkas Enja dalam tulisannya yang menjadi Hot Tread di jejaring kaskus pada Minggu, (7/11).
loading...
Top