Masya Allah, Menginjak Usia 92 Tahun Nenek Ini Mendapat Hidayah dan Jadi Muallaf


Josette Marie, nenek 92 tahun asal Belgia yang memutuskan masuk Islam

Hidayah memang tidak bisa dipaksakan. Allah lah yang berhak memberikan hidayahnya bagi setiap insan di dunia.

Turunnya hidayah juga tidak mengenal kepada siapa dan bagaimana orang tersebut. Bahkan hidayah bisa turun kepada manusia saat umurnya tak lagi muda.

Seperti yang terjadi terhadap wanita Belgia yang bernama Josette Marie, ia memutuskan untuk masuk Islam diusia 92 Tahun.

Kisah masuk Islamnya nenek ini begitu menyentuh sehingga mendorong sebuah lembaga dakwah Arab Saudi yang berada di daerah Dammam mengundangnya ke Mekkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah umroh.

Dilansir dari Islam Memo dikutip dari satumedia.com, ketika Marie berada di Mekkah, ia kemudian mengubah namanya menjadi Nour. Ia di sana bertemu dengan sekitar 300 wanita Islam dan menceritakan kepada mereka kisah dirinya bisa masuk Islam.

Baca Juga : Jangan Hanya Menggantungkan Sandaran Bahu, Karena Ada Bumi untuk Bersujud!

“Tidak pernah terpikir sebelumnya saya akan memilih keyakinan baru ini meskipun telah sering berinteraksi dengan orang Islam dalam kurun waktu yang tidak sebentar,” ungkap Marie.

“Saya bermuamalah dengan mereka dengan penuh menghormati acara-acara keagamaan mereka. Pada bulan Ramadhan sedapat mungkin saya tidak bertamu pada siang hari karena tahu akhlak orang Islam yang begitu memuliakan tamu.” “Saya tahu mereka berpuasa dan saya tidak ingin mengganggu dan merusak ibadah mereka. Saya juga sangat menghormati agama ini.”

Lebih jauh Marie menjelaskan bahwa dirinya senantiasa memilih untuk berbelanja daging dan ayam potong pada toko-toko orang Islam karena yakin akan kebersihan dan dipotong sesuai cara Islam.

Hal yang juga menjadi pertimbangan Marie untuk masuk Islam adalah penghormatan yang dilakukan orang-orang Islam terhadap orang tua dan lanjut usia yang luar biasa tulus.

Namun kesedihan juga mendera nenek ini setelah memutuskan menjadi muslim. Ia diuji ketika anak perempuannya yang telah berusia 74 tahun tinggal bersama suami dan anak cucunya di Perancis yang kemudian mengucilkannya setelah tahu Marie masuk Islam.

Anak perempuannya bahkan mengatakan jika Marie telah kehilangan akal dan harus dirawat di panti jompo, padahal Marie masih mempunyai ingatan yang kuat. Marie bahkan mampu mengingat kejadian-kejadian penting dalam hidupnya sejak tahun 1930.

“Saya ingin kembali suatu saat nanti ke Mekkah ini dan kembali melaksanakan ibadah umrah. Saya berharap meninggal dan dikuburkan di sini,” ungkap Nour mengakhiri kisahnya.

Top