Malu Punya Anak Buta, Pemuda Ini Bertahan Hidup Dengan "Mata Tuhan" Untuk Memenuhi Kebutuhan

Seperti yang di kenal banyak orang, Rinto, Pemuda asal Sulawesi Tengah ini terpaksa harus mengais nafkah hingga ke makassar. Diusir dari rumah dan harus terpisah dengan keluarga, bukan hanya itu saja tunanetra harus ia terima hingga keluarga enggan mengurusnya.



Seperti yang diberitakan rakyatku.com "Saya diusir orangtua karena keadaan saya ini yang tidak bisa melihat. Mereka malu katanya dengan saya," ujar Rinto kepada Rakyatku.com saat ditemui menjajakan jualannya di Jalan Hertasning, Kota Makassar.

Beruntung Rinto mempunyai teman yang peduli terhadap dirinya dan menampungnya di Kota Daeng. Dia pun dipekerjakan sebagai penjual keripik pisang.

"Teman saya yang panggil saya ke sini dan saya tinggal di Sungguminasa, Gowa. Untuk melanjutkan hidup saya jual keripik pisang," ucapnya.

Setiap hari, Rinto berangkat dari Gowa menuju Makassar pukul 15:00 Wita dengan menumpang ojek langganannya. Dia akan pulang pukul 22:00 Wita selepas berjualan. Putra pasangan Ibu Ingki dan Almarhum Bapak Teo ini mendapatkan upah dari hasil jualan antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per hari.

Jangan Lewatkan : 7 Maha Guru Yang Diagung-agungkan Oleh Para Pengikutnya Ini Ternyata Hanya Seorang...

"Kalau sedikit yang laku yah kadang 30 ribu tapi kalau banyak yang laku atau laku semua bisa sampai 100 ribu dikasi," tuturnya.

Kondisinya yang tak mampu melihat membuat Rinto tidak takut dicurangi pembelinya. Ia hanya menyerahkan kepada Tuhan Yang Maha Melihat. Ia pun percaya Tuhan akan selalu menjaganya dalam beraktifitas.

"Kalau ada yang membeli saya hanya kasi tau harganya, lalu pembeli yang mengambil sendiri. Begitu juga dengan kembaliannya," ceritanya sambil tersenyum mengaku upah yang ia dapatkannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelum Rakyatku.com beranjak, Rinto sempat menitipkan pesan untuk orangtuanya.

"Saya tetap memaafkan orangtua dan keluarga yang mengusir saya. Saya pasti senang kalau mereka mencari saya dan membawa saya kembali ke keluarga. Sebab, kalau saya tidak berani mencari mereka," tukasnya.

Top