Jangan Memaksa Buah Hati Untuk Habiskan Makananya, Lebih Baik Lakukan Cara Ini...

Penulis Penulis | Ditayangkan 15 Nov 2016

Kebiasaan makan yang baik dapat dibentuk oleh orang tua untuk kebaikan anak sejak bayi, dengan tidak memaksa si kecil untuk menghabiskan makananya.

Jangan Memaksa Buah Hati Untuk Habiskan Makananya, Lebih Baik Lakukan Cara Ini...

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), mengatakan, kegiatan makan seharusnya bukan suatu paksaan bagi anak.

"Makan enggak boleh lebih dari setengah dan enggak usah dipaksa. Kalau sudah geleng-geleng kepala enggak usah diberikan lagi. Kalau 10 menit enggak mau, berarti ya enggak mau makan lagi," kata Damayanti dalam acara Promina Meet The Expert di Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI, sebaiknya diberikan makan dua jam sekali.
Pemberian makan tentu selang-seling dengan camilan sehat.

Anak akan tahu kapan ia lapar dan kenyang. Ketika anak makan sedikit, biasanya ia akan cepat lapar.

Menurut Damayanti, tunggulah waktunya makan untuk kembali memberikan makan kepda si kecil.
"Makan itu setiap dua jam, karena anak itu perutnya kecil. Dengan dibiasakan, akhirnya dia tahu kalau makan sedikit akan lapar," kata Damayanti.

Bayi yang merasa lapar biasanya sering memasukkan tangan ke mulutnya.

Orangtua harus peka dengan tanda anak lapar sebelum si kecil menangis.

Ketika sudah menangis, akan sulit mengetahui apakah tangisan itu karena lapar, pipis, atau sebab lainnya.

Sering kali ibu menyodorkan ASI dengan cepat ke mulut anak saat sedang menangis untuk menenangkannya. Cara ini sebaiknya dihindari.

"Tenangkan dulu nangisnya, kalau masih memasukkan tangan ke mulut, berarti dia lapar," jelas Damayanti.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Konsultan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ(K) menambahkan, makan memang seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Proses pemberian makan yang baik bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk psikososialnya. 
SHARE ARTIKEL