Ingin Menyendiri dari Hingar Bingar Perkotaan? Kunjungi Masalembu, Pulau Terpencil nan Elok


Pulau yang terletak diantara pulau Kalimantan dan Madura ini bisa jadi dulunya adalah puncak tertinggi yang tersisa di atas laut Jawa, karena menurut data sejarah Geografis Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan dulunya adalah satu kesatuan, hingga meletusnya gunung berapi di nusantara yang membuat es mencair lebih cepat dan menenggelamkan sebagian besar pulau menjadikannya kepingan kecil, dan kita mengenal pulau Masa Lembu sebagai titik tertinggi di masa itu, tersisa bersama beberapa pulau lainnya yaitu pulau Bawean, dan pulau Karimun Jawa.

Baca juga : Beberapa Tempat Ini Memang Sangat Indah, Namun Warga Amerika Tak Boleh Menginjakkan Kakinya Di Sana!

Terletak di bagian utara wilayah Kabupaten Sumenep, Masalembu yang berjarak 112 mil laut dari Pelabuhan Kalianget menyimpan keelokan. Banyak yang mengatakan bahwa pulau Masalembu adalah pulau terpencil yang jauh dari hingar bingar kota. Akan tetapi, jauh di atas itu semua, pulau ini menyimpan segudang  keindahan alam yang patut untuk ditelusuri.


Pulau Masalembuyang merupakan daratan terluar yang langsung berbatasan ke laut lepas membuat masyarakat hidup terhindar dari keramaian perkotaan. Berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak dengan menggunakan kapal laut yang bisa menempuh perjalanan hingga 18 jam perjalanan. Tiba di pulau Masalembu, para wisatawan bisa melihat dua desa yakni Sukajeruk dan Masalima yang seluruh permukimannya berbatasan langsung dengan laut.

Pantai Masna, misalnya, menawarkan lautan lepas berwarna biru, dikelilingi pohon bakau nan rindang. Ada sebuah pohon besar dengan batang pendek dan horisontal, nyaman buat duduk berteduh menikmati pemandangan. Wisatawan bisa menggunakannya untuk ber-selfie-ria atau sekedar duduk dan melihat pemandangan laut.


Baca juga : Distrik Mulia, Sebuah Kota Penyangga Langit Papua yang Bakal Bikin Kamu Menggigil Disana!

Sejumlah bahan makanan memang cukup mahal disana, salah satunya adalah beras yang mana pertanian di Masalembu belum terlalu bagus. Warga biasanya membeli beras dari Sumenep atau Surabaya. Meskipun begitu, warga menjual olahan makanan dengan harga yang cukup murah berkisar antara 3000 hingga 6000 rupiah. Meskipun masih banyak mitos yang menyelimuti pulau ini, namun keindahan dan keramahan warganya patut memberi semangat untuk berjalan-jalan di sana.
Top