Ibu Ini Sudah Buktikan, Mendidik Anak Tanpa Memberikan Fasilitas Televisi di Rumah, Seperti Inilah Jadinya

Kebiasaan anak-anak menghabiskan waktunya untuk menonton tayangan televisi, hampir separuh dari harinya di habiskan di depan televisi, apalagi jika tayangan yang menjadi favorit anak-anak, Namun berlebihan menonton televisi bisa membuat tumbuh kembang anak menjadi terhambat.



Bicara soal televisi dan anak-anak, berikut ini seorang netizen asal Malaysia, bernama Widyana Ali membagikan pengalamannya mendidik anak-anak tanpa TV di rumah.

Hal tersebut ia bagikan melalui laman Facebooknya, Dalam postingannya ia menyebutkan jika di rumah, dia dan suaminya cukup kesulitan mendidik anak-anak mereka tanpa TV.

Pasalnya ia sendiri merupakan pemirsa setia televisi.

Berikut isi status Widyana Ali dikutip TribunSolo.com dari akun Facebooknya:

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com "Waktu zaman sekolah, guru bahasa inggris saya selalu menggunakan kata "IDIOT BOX" untuk menyebut TV.

Baru sekarang aku tahu mengapa TV disebut idiot box.
Secara jujurnya, mula-mula memang susah hidup tanpa TV di rumah sebab saya sendiri memang pemirsa tv setia sejak dulu.

Dulu, memang saya rasakan TV itulah pengikat kasih sayang keluarga bila duduk sama2 menonton drama / film.

Rasa tenang saya kerja meninggalkan anak yang duduk diam menonton kartun dari pukul 2.30 sore sampailah pukul 6.

Lepas habis acara anak tiba pula acara drama sampai maghrib, tapi sekarang persepsi saya sudah berubah.

Bila anak-anak sudah tumbuh dewasa. Saya dan suami mulai pikir mulai mencoba hidup tanpa TV. Hasilnya?

1. Anak-anak kurang tantrum.
2. Anak-anak senang mendengar arahan.
3. Fokus bertambah sebab tidak ada gangguan.
4. Lebih kreatif suka buat origami / art and craft / gembira melompat bila mama minta bantu di dapur.
5. Senang mendengar nasihat.
6. Hidup lebihnahagia rupanya.



Efek baik untuk saya dan suami:

1. Tidak ada lagi fenomena menonton TV dan terus ikut hanyut ke dalam dunia TV.
2. Mengurangi emosi (saya) sebab anak-anak bila dipanggil langsung menyahut.
3. Jadi rajin membaca artikel ilmiah, macam saya sangat suka membaca tentang diet sehat, psikologis anak- anak dan motivasi.
4. Kerja rumah cepat selesai sebab tidak ada lagi menonton TV sambil melipat baju dan tidak ada lagi drama yang ditonton.
5. Senang bisa salat tepat waktu.
6. Banyak waktu untuk bersama dengan suami dan anak2.

Alhamdulillah segala yang baik itu dari Allah, kepada kawan- kawan, cobalah 'buang' TV sebentar saja.

Baca Juga : 4 Cara agar si Kaka tidak Cemburu dengan Adanya Adik Baru

Kami sudah merasakannya, memang hidup tanpa tv lebih menyenangkan dengan anak-anak hubungan jadi lebih dekat dan bisa create long term memory untuk anak- anak.

Post ini sekedar ingin berbagi pengalaman.
Kalau ada teman yang hendak berbagi pengalaman hidup tanpa TV di rumah, silakan."

Statusnya tersebut kemudian viral dan sudah dibagikan hingga 1.257 kali hingga berita ini dibuat.
Ada yang pro dan kontra dengan tips dari Widyana Ali tersebut.

Di mana ada netizen yang berpendapat menonton TV boleh-boleh saja, lantaran kurang menonton TV atau mendapatkan hiburan bisa membuat sosialisasi anak kurang.

Apalagi ada netizen yang khawatir jika mereka tak diperbolehkan menonton TV malah akan melampiaskan pada gadget lainnya.

Sementara itu ada juga netizen yang sudah mencoba tips di atas dan mengatakan anak-anak mereka kini lebih fokus dan rajin. 
Top