Ibu Harus Tahu! Kenangan Ini Tak Akan Terulang Lagi Ketika Sang Buah Hati Tumbuh Besar


Menjadi orang tua apalagi yang masih mempunyai anak bayi, memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan dan masalah dalam menghadapi tingkah si kecil. Mengasuh anak juga membutuhkan banyak energi dan emosi. Akan tetapi, banyak momen-momen berharga antara orangtua dan anak ketika si kecil masih bayi atau balita.

Baca juga : Bukan Harus Ibu Melulu, Seorang Ayah Juga Perlu Tahu Caranya Agar Dekat dengan Anak

Orangtua seakan menjadi satu-satunya idola bagi sang anak, hubungan diantara keduanya juga sangat dekat dan hangat. Namun, waktu semakin berjalan. Anak yang dulu bisa kita peluk dan kita gendong ke mana-mana kini telah beranjak besar dan dewasa, serta memiliki dunia sendiri. Maka, kita sebagai orangtua tentunya tak lagi merasakan momen yang sama seperti saat anak masih bayi/balita. Inilah kenangan yang pasti akan sangat dirindukan oleh para orangtua ketika anaknya sudah beranjak dewasa.

1. Bau dan suara bayi


Bau tubuh bayi yang khas akan selalu terkenang sampai kapanpun. Meski belum mandi, tubuh bayi tetap berbau harum dan bikin kangen. Begitu pula suara bayi. Suara bayi adalah suara paling merdu di dunia ini, termasuk saat mereka menangis. Suara tangis bayi tidak ada yang sama antara bayi satu dengan lainnya, meski mereka bersaudara. Janganlah merasa kesal saat bayi Anda menangis tanpa bisa dihentikan, karena masa-masa seperti itu akan segera berlalu.

2. Berbohong tanpa ketahuan


Seorang ibu boleh berbohong dan bilang, "Kalo makannya ngga abis, nanti nasinya nangis loh". Si junior bakal percaya tanpa banyak bertanya. Coba kalau ibu bilang seperti itu waktu si junior sudah besar, pasti ia akan menjawab, "Mama ini ngomong apa sih?"

3. Celotehan anak


Saat bayi mulai besar dan mulai belajar bicara, kebahagiaan kita bertambah ketika mendengar celotehannya. Kita akan rindu mendengar caranya menyebut 'nggak ada' menjadi 'ndaa da', atau bilang 'bola' sambil menunjuk bulan di langit, atau tersenyum geli mendengar suara cadelnya.

4. Saat-saat menyusui


Saat menyusui bayi, kita boleh meninggalkan semua pekerjaan dan wajib melepaskan semua beban pikiran. Fokus kita adalah si bayi kecil dan inilah cara kita menyatakan rasa sayang kepadanya. Sedangkan bagi bayi, Andalah dunianya dan menyusu pada Anda adalah bentuk pernyataan 'aku membutuhkan dirimu, Ibu' yang belum bisa terucapkan olehnya.

Baca juga : Resep Pendamping Asi untuk Bayi yang Mudah dan Pastinya Sehat untuk Si Kecil!

5. Teman kecil yang setia


Si kecil selalu ingin ikut kemana pun ibunya pergi, saat pergi arisan, ke warung sebelah, ke dapur, bahkan ke kamar mandi. Saat ia besar banyak ibu yang akan kehilangan teman kecil yang setia menemani karena ia mungkin lebih suka bermain bersama teman-temannya atau main game di rumah.

6. Menggendongnya seperti boneka


Bayi yang baru lahir tampak seperti boneka yang biasa kita mainkan saat masih kecil. Dengan mendekap 'boneka hidup' itu dalam pelukan semua masalah di dunia ini menghilang seketika, dan dada terasa lebih lapang saat itu juga.

7. Melayani segala kebutuhannya


Bayi tak bisa melakukan apapun sendiri. Ia membutuhkan ibunya untuk memandikan, mengganti popok dan pakaiannya, menyuapi dan mengajaknya bercanda. Aktivitas ini memang melelahkan, tapi tidak masalah jika kita melakukannya sepenuh hati. Saat anak sudah besar ia harus dilatih untuk mandiri secara bertahap. Hal ini memang baik bagi perkembangan kepribadian anak.Pujilah ia sepenuh hati, meski diam-diam kita musti merelakan kenangan indah melayani kebutuhan anak.

8. Rumah yang berantakan


Hari ini mungkin kita merasa capek dan bosan karena selalu membereskan mainan, kertas-kertas, nasi, tumpahan susu atau bekas ompol bayi sepanjang hari. Percayalah Bu, saat-saat ini hanya berlangsung sebentar saja. Suatu hari akan tiba saatnya anak-anak pergi sekolah dan rumah Anda akan sepi dari tangis bayi, bersih dan rapi sepanjang hari. Lalu Anda akan duduk termangu, bingung mau ngapain dan teringat kembali semua kenangan indah ini.

9. Menjadi si serba tahu


Saat anak masuk TK dan ia melihat sesuatu yang aneh dan memancing rasa ingin tahunya, kitalah orang pertama yang ditanyainya. "Kenapa anak lelaki memakai celana, Bu?", "Mengapa laut warnanya biru?". Setiap hari selalu ada pertanyaan baru dan kita musti sabar menjawabnya.Setelah anak besar, ia bisa memuaskan rasa ingin tahunya dengan membaca buku, bertanya pada teman atau bertanya pada mbah Google. Seluruh kenangan indah tersebut tak akan terulang kembali.
Top