Diduga Tergolong ISIS, Polisi Swiss Tahan Imam Masjid dan Tiga Orang Lainnya


Jaksa dan polisi Swiss telah menggeledah sebuah masjid, lalu menahan seorang imam masjid itu bersama tiga orang lainnya atas dugaan menghasut kekerasan dan kejahatan.

Menurut Kejaksaan Swiss, operasi aparat dilakukan dengan menggerebek sebuah masjid di Winterthur, Swiss utara, seperti dilaporkan Reuters dan di lansir dari kompas.com.

Media lokal melaporkan, masjid An'Nur di Winterthur, diduga memiliki kaitan dengan kelompok Islam radikal.

Beberapa pemuda pengunjung setia masjid itu telah bergabung dengan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Selain masjid, jaksa dan polisi juga menggeledah rumah tiga tersangka dan menangkap tiga pemiliknya  pada Rabu pagi. Proses pidana sedang diluncurkan terhadap keempat orang itu.

Penggerebekan itu dilakukan menyusul ada laporan warga kepada polisi bahwa seorang imam asal Ethiopia di masjid An’Nur, dalam khotbahnya bulan lalu, menyerukan pembunuhan Muslim yang menolak untuk bergabung dalam ibadah komunal (berjemaah) di masjid itu.

Imam masjid, demikian laporan itu, telah mengimbau para pengikutnya untuk menjauhi setiap Muslim yang tidak mau mengikuti ibadah berjamaah.

Imam dan tiga orang lain itu, ditangkap dan dibawa untuk diinterogasi, menurut pernyataan kejaksaan, tanpa menyebutkan dugaan kesalahan. Jaksa tidak merinci apa kesalahan tiga orang lainnya.

Empat orang lainnya yang ditemukan di masjid itu juga diamankan karena diduga telah melanggar hukum imigrasi Swiss.

Sementara ini kantor kejaksaan takkan mengeluarkan informasi lebih lanjut tentang kasus tersebut.  


Pihak pengelola masjid An'Nur juga tidak memberikan tanggapannya terkait penahanan imam masjid tersebut atau hal-hal lain sehubungan dengan penggerebekan oleh aparat Swiss.
Top