Dibalik Semua Kesuksesan Novelnya, Terbiasa Gagal Adalah Kunci Keberhasilan J.K. Rowling. Ikuti Caranya!


Siapa yang tak mengenal J.K. Rowling, sosok dibalik serial Harry Potter dan Fantastic Beasts and Where to Find Them ini merupakan wanita terkaya di Inggris Raya. Namun siapa sangka seorang J.K. Rowling pernah berada dalam momen kegagalan yang bertubi-tubi. Jauh sebelum buku Harry Potter menghuni koleksi bukumu, J.K. Rowling adalah seseorang yang dilanda depresi berkepanjangan akibat kandasnya pernikahan, tanpa pekerjaan, sementara punya seorang anak yang harus diberi makan.

Baca juga : Ucapkan 3 Kata Ajaib yang Sering Dilupakan Ini Agar Hidupmu Lebih Berarti Lagi

Satu-satunya yang dia punya hanyalah kemampuan menulis. Tapi menjadi penulis pun tak mudah. Kisah penyihir dengan bekas luka di dahi dianggap sebagai cerita dongeng anak-anak yang tak akan bisa berhasil di pasaran. Selama lebih dari enam tahun, seri pertama Harry Potter tersebut mengalami semua penolakan yang bisa kamu bayangkan. Sebelum akhirnya, secara kebetulan anak pegawai penerbitan Bloomsburry yang berusia 8 tahun melihat manuskrip Rowling dan memaksa ingin membaca sampai akhir. Bahkan setelah diterbitkan sekalipun, pihak penerbit pesimis akan prospek keberhasilannya. Tapi sebagaimana kita ketahui bersama, setelah segala penolakan dan pesimisme itu, serial Harry Potter jadi fenomena dunia.

It is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all – in which case, you fail by default. – J.K. Rowling –

Terkadang penolakan dan kegagalan tidak bisa dihindari, karena itu justru harus dihadapi. Seperti kata J.K. Rowling, tidak mungkin hidup tanpa mengalami kegagalan, kecuali bila kamu memang tidak hidup sama sekali, yang artinya, kamu sudah gagal sejak awal. Meski tidak mudah, tapi kegagalan dan penolakan yang kita alami tidak pernah sia-sia. Untuk kamu yang sedang gundah menghadapi kerasnya kehidupan, inilah cara-cara untuk berdamai dengan kegagalan.

1. Seberat apapun kegagalan itu untuk dihadapi, kamu bukanlah satu-satunya yang mengalami. Yang gagal itu adalah mereka yang selangkah lebih maju dari pengecut karena berani mencoba


Siapa lah kita yang berani berharap untuk bisa sukses dalam percobaan pertama, sementara orang-orang hebat di luar sana juga pernah mengalami satu atau dua kegagalan? Menanamkan dalam diri bahwa kita bukan satu-satunya orang yang mengalami penolakan dan kegagalan secara otomatis kamu juga akan merasa lebih baik, sebab kamu tahu kamu tidak sendiri.

2. Saat kegagalan ini terjadi, kamu akan terus menyalahkan diri sendiri. Ini adalah reaksi yang alami. Sekarang tinggal mencari cara untuk mengatasi


Apa yang paling mengerikan dari sebuah kegagalan dan penolakan dari seseorang adalah, kamu merasa ada yang salah dengan dirimu. Kamu merasa sangat buruk, merasa tidak diterima. Kamu kecewa dan marah pada dirimu sendiri, dan dari sana, kamu berpikir lebih baik membunuh semua mimpi karena kamu memang tak pantas untuk itu. Bila kamu tiba di tahap ini, ingatlah bahwa itu reaksi yang alami. Nah, tugasmu adalah mencari cara agar kamu tidak terlalu lama terlarut dalam ‘euforia’ kegagalan yang tidak akan membawamu maju ke depan itu.

3. Pertama-tama, akui dulu kegagalanmu. Tak perlu malu pada emosi, karena itulah caramu mengenali diri sendiri


Pertama-tama, ambil nafas panjang, dan tenangkan dirimu. Kabar itu memang mengguncang, tapi hanya dirimu sendiri yang bisa menenangkan. Akui dulu bahwa kamu memang gagal dan ditolak. Sakit memang, tapi itu satu-satunya cara untuk menerima kenyataan. Untuk bisa move on ke depan, kamu harus merelakan dulu apa yang kamu tinggal di belakang. Tidak perlu menutupi kesedihanmu. Justru di sini, kamu bisa mengenali emosimu sendiri. Menunjukkan emosi, artinya membiarkan diri berekspresi.

4. Bersama orang-orang yang berpikiran positif tetap membantu. Menghabiskan banyak waktu dengan mereka, membuatmu tak punya waktu untuk galau-galau


Bila hatimu sudah lebih tenang, emosimu sudah mulai mendingin, mulailah melangkah. Kamu bisa menghubungi teman-temanmu atau keluargamu. Mengatakan atau tidak mengatakan soal perasaanmu tidak terlalu penting di sini, sebab orang-orang terbaikmu itu biasanya akan memahami situasi meski kamu tidak panjang lebar mengatakan apa yang terjadi. Namun curhat habis-habisan bagaimanapun tetap membantu. Tak boleh ada waktu terlalu banyak untuk kesedihan, bukan? Sebab setelah, ini kamu punya segudang hal yang harus diperbaiki.

5. Kegagalan tidak boleh membuatmu mundur atau kembali ke titik awal. Justru kamu harus terus maju ke depan


Apa artinya kegagalan? Apakah itu berarti kamu harus mundur ke garis start di mana semua ini bermula? Ataukah kamu justru harus mundur beberapa langkah lagi ke belakang, dan mulai memikirkan ulang apakah kamu akan lari lagi atau tidak? Apakah penolakan berarti kamu harus merevisi semua mimpimu karena penolakan itu harusnya membuatmu sadar diri? Berhenti berpikir seperti ini mulai dari hari ini. Kegagalan dan penolakan tidak seharusnya membuatmu mundur ke garis start atau bahkan ke belakang lagi. Saat ini, kamu sudah beberapa langkah di depan garis start, dan dari sanalah kamu akan memulai langkah baru. Terus maju ke depan, tidak mundur ke belakang.

Baca juga : Jangan Nunggu Sukses, Hal Ini Bisa Dilakukan untuk Membahagiakan Orang Tua Meskipun Sederhana

6. Yang bisa mengubah takdirmu bukanlah orang lain. Biar saja orang menolak dan meremehkan, kamu harus tetap fokus pada tujuan


Kamu tidak akan sukses hanya karena orang bilang ‘kamu akan sukses!’. Dan kamu tidak gagal meskipun orang bilang kamu tidak akan pernah berhasil. Penolakan dan kegagalan yang kamu terima kali ini hanyalah salah satu tahap yang memang harus kamu lalui. Selanjutnya, kamu sendiri yang menentukan. Meskipun orang bilang kamu akan menjadi orang kaya dan berprestasi, tapi kalau kamu hanya bermalas-malasan setiap hari, dari mana datangnya kekayaan dan prestasi itu? Dan sebaliknya, meskipun orang menolakmu berkali kali dan menganggapmu kurang mumpuni, asalkan kamu terus berusaha memperbaiki diri dan tidak berhenti di sini, kesuksesan itu sudah ada di depan mata. Sebab yang menentukan kesuksesanmu bukanlah omongan orang, melainkan sejauh mana usaha yang kamu lakukan.
loading...
Top