Bikin heboh, Bau bangkai yang Sangat Menyengat di Mes Persib Bandung


Bau bangkai menusuk hidung sewaktu membuka pintu masuk Mes Persib di area Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, seperti yang dilansir oleh kompas.com. 

Entah dari mana datangnya sumber bau itu, namun seluruh penghuni mes (pemain dan ofisial) tampak sangat terganggu dengan kondisi tersebut.

Para pemain Persib yang garang di lapangan tampak tak kuasa menahan bau menyengat yang diketahui bersumber dari sebuah mushala. 

Beberapa pemain tampak menutup hidung saat hendak pulang seusai mendapat pengarahan dari manajer Umuh Muchtar.

Tirai biru usang terpasang tak beraturan. Sebuah ember bekas cat tersimpan di tengah tangga, menahan tetesan air dari atap kian menyiratkan bangunan itu mulai lapuk. 

Begitulah kondisi rumah kedua para pemain Persib, yang kian tua ditelan usia.

Bangunan milik Dinas Pemuda Olahraga Kota Bandung itu telah delapan tahun ditempati tim Persib. Sejak dulu kondisi mes Persib tak pernah berubah.

Ini menjadi ironi, karena meski kerap dicap sebagai tim yang sehat secara finansial, hingga kini Persib belum mempunyai tempat tinggal yang layak bagi para pemain.

Bisa dibilang, satu-satunya aset fisik Persib adalah gedung kantor PT Persib Bandung Bermartabat yang berlokasi di Jalan Sulanjan, Kota Bandung.

Manager Persib Umuh Muchtar pun tak bisa menyangkal bahwa fasilitas penunjang seperti mes menjadi kebutuhan penting. Namun, hal itu tampaknya belum menjadi prioritas bagi Persib.

Menurut Umuh, pihak manajemen telah menyediakan lahan seluas tujuh hektar di kawasan ekonomi sekunder Kota Bandung, Gedebage.

"Sabar saja kami sudah ada tanah tujuh hektar, tunggu saja, tidak bisa buru-buru," ucap Umuh, saat ditemui di Mes Persib, seperti yang dilansir oleh kompas.com.

Umuh mengaku, rencana pembangunan mes baru untuk Persib memang sudah dibahas sejak dulu.

"Kami akan bikin (mes), mendesak sekali apalagi saya datang ke sini bau sekali, pengap sekali. Kayaknya tikus mati," ujar Umuh sambil mengipaskan tangan di depan hidungnya, seperti yang dilansir oleh kompas.com.

Umuh menegaskan, soal finansial bukan jadi kendala utama terganjalnya pembangunan mes Persib. Salah satu hambatannya, yakni kondisi kawasan Gedebage yang masih belum stabil (minim aksesibilitas) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kedua di Kota Bandung.

"Itu Pak Glen (pemilik Persib) yang menyediakan, itu rencananya untuk Persib. Artinya akan dimiliki Persib. Anggaran sudah siap tinggal eksekusi, kendalanya dari segi daerahnya itu sendiri masih belum siap," tuturnya.

Kendati minim aset, Umuh menilai jika Persib merupakan klub dengan aset paling besar di antara tim di Indonesia.


"Kalau dibilang soal aset kami paling hebat di Indonesia, ada kantor, bonus dan gaji tidak pernah lambat selalu tepat," ucapnya.
loading...
Top