Bagaimana Kita Menjawab Jika Ada Yang Menitip Salam? Berikut Penjelesanya


Jangan sembarangan menyingkat salam

Islam menganjurkan kaum muslimin mengucapkan salam kepada yang lainnya walaupun orang yang lebih dewasa kepada yang lebih muda atau pejalan kaki kepada orang yang berkendaraan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

Kemudian kita diperintahkan agar menjawab penghormatan dan salam, jika diberi penghormatan atau salam. Kita balas dengan yang lebih baik atau yang semisalnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ

“Apabila kamu diberi penghormatan/salam dengan sesuatu penghormatan/salam, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)…..” (An-Nisa’ 86)

Baca Juga : Pedihnya Sakaratul Maut yang Tak Bisa Diibaratkan dengan Kata-Kata

Al-Baghawi rahimahullah berkata,

والمراد بالتحية هاهنا ، السلام ، يقول : إذا سلم عليكم مسلم فأجيبوا بأحسن منها أو ردوها كما سلم

“Yang dimaksud dengan penghormatan adalah salam, jika ada seorang muslim yang mengucapkan salam maka jawablah dengan yang lebih baik atau jawablah salam dengan semisal.” (Tafsir Al-Baghawi)

Berikut adalah lafadz jawaban jika ada yang menitip salam. Sebagaimana dalam hadits.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكَ السَّلاَمَ. قَالَتْ: قُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لاَ نَرَى تُرِيْدُ رَسُوْلَ اللهِ.

Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah, Tadi Jibril mengirimkan salam kepadamu”. Aku (Aisyah) menjawab: “Dan baginya salam dan rahmat Allah, engkau (Rasulullah) dapat melihat apa yang tak dapat kami lihat”.  (HR. Bukhari no. 6249 dan Muslim no. 2447)

Maka jawaban ketika mendapat titipan salam:

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ

Wa Alaihissalam warahmatullah

“baginya salam dan rahmat Allah”

Dikutip dari muslimafiyah ada sedikit catatan untuk kata ganti (dhamir), jika wanita maka diganti menjadi “alaihaa” sedangkan untuk jamak diganti “alaihim”.
Top