2 Pertanyaan Pamungkas Hentikan Pertengkaran Pasangan

Pasang surut dalam hubungan memang lumrah terjadi. Berbagai rintangan yang terjadi haruslah diselesaikan bersama bukan hanya seorang saja. Tapi siapa sangka, jika ternyata pertengkaran itu mampu menguatkan hubungan.



BACA JUGA: Ajaib! Hanya Dengan 5 Detik, Pertikaian Dalam Sebuah Hubungan Langsung Berakhir. Ini Trik Ampuhnya

Lalu bagaimana tindakan anda ketika pertikaian ini terjadi? Sebuah studi, baru saja mengemukakan bahwa sebaiknya anda menanyakan dua hal ini saat menglami pertengkaran.

Dikutip dari Kompas, Kedua pertanyaan itu adalah “kemanakah Anda melihat hubungan ini dalam satu tahun ke depan?” dan pertanyaan kedua adalah “bagaimana teman saya bisa melalui masalah ini?”.

Sebuah studi menyarankan Anda menjaga jarak agar dapat menahan emosi saat menghadapi konflik dengan pasangan. Hal ini dapat membantu Anda menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang lebih baik dan lebih mudah memaafkan.

Selain itu, studi yang dilakukan oleh Alex Huynh dan Igor Grossmann, PhD, dari Universitas Waterloo, dan Daniel Yang, PhD, dari Yale University, ini juga meneliti manfaat menjaga perspektif masa depan selama bertengkar.

Mereka meminta peserta untuk mengingat pertengkaran yang baru-baru ini terjadi dengan orang yang mereka cintai atau dengan teman dekat mereka. Kedua kelompok itu diminta untuk mengingat perasaan mereka mengenai konflik yang barusan terjadi.

Akan tetapi, satu kelompok diarahkan untuk berpikir mengenai perasaan mereka sekarang, sedangkan kelompok lain diarahkan untuk mempertimbangkan bagaimana perasaan mereka mengenai konflik tersebut satu tahun kemudian.

Tim peneliti menemukan bahwa peserta melihat hubungan mereka dengan cara yang lebih positif dan lebih mudah memaafkan ketika membayangkan hubungan satu tahun di masa depan. Timbul pertanyaan, bagaimana pasangan dapat melihat sebuah hubungan di masa depan ketika berargumen?

Dr. Grossmann menyarankan pasangan untuk tidak merasa menjadi korban dalam konflik tersebut. "Masalah utama di sini adalah saat seseorang sedang kesal atau marah, hal ini membuat membuat kesadaran seseorang berkurang karena ia terlalu memikirkan kondisi pada saat ini,” tambah Dr. Grossmann.
loading...
Top