Topan Mengerikan Seperti Tsunami Luluh Lantakan Kota Busan, Korea Selatan



Alam kadang tak bersahabat. Beberapa waktu lalu di Garut mengalami bencana banjir yang dahsyat dan menimbulkan puluhan korban jiwa. Dan korban materi tak ternilai. Namun cuaca ekstrim ini tak hanya melanda Indonesia.

Di Korea Selatan, terjadi bencana yang amat mengerikan. Tepatnya di kota Busan, bencana yang menyerupai hempasan Tsunami ini terjadi Rabu (5/10/2016) kemarin.

Baca Juga : Kronologi Tewasnya Adi Winarso, Pesepeda yang Ditabrak Bus di Karawang

Bencara yang terjadi sore waktu setempat dikabarkan menimbulkan sejumlah korban jiwa yang hingga kini belum pasti jumlahnya. Akibat bencana ini, aktivitas di beberapa bagian kota terpaksa terhenti.

Dikutip dari Carbonated.tv, badai melanda pulau Jeju sepanjang malam sebelumnya dan satu orang dilaporkan hilang di tengah pemadaman listrik yang meluas serta kerusakan pada rumah dan bangunan lain.

Sementara itu 26 penerbangan ke pulau tersebut dari pulau utama dan China dibatalkan.
Pelabuhan di kota Busan ditutup ketika topan Chaba berbalik dan mengarah ke Jepang. Seorang petugas di pelabuhan terbesar negara tersebut mengatakan, pelabuhan bisa dibuka kembali besok.

Sementara itu, aktivitas di dua pabrik Hyundai Motor di kota Ulsan dihentikan karena adanya terjangan air.

Hal ini diungkapkan oleh seorang juru bicara perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, aktivitas di pelabuhan di sepanjang pantai selatan termasuk Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd di kota Geoie juga dihentikan; demikian dilansir kantor berita Yonhap.

Lima orang dilaporkan tewas di Busan dan Ulsan. Kementrian keamanan dan keselamatan publik melaporkan tiga orang tewas dan tiga lainnya hilang.
Tayangan televisi memperlihatkan banjir besar melanda Ulsan dan Busan dengan mobil dan bangunan terendam air.

Tak hany itu, gelombang pasang juga menghantam kawasan apartemen di dekat pantai. Seorang petugas bandara mengatakan, lebih dari 80 penerbangan di bandara Gimhae yang berada di Busan dibatalkan.

Layanan kereta peluru KTX di selatan juga ditutup. Topan Chaba diperkirakan melemah dan kemungkinan akan menjadi badai tropis ketika mencapai Jepang, demikian dilaporkan layanan Tropical Storm Risk tracker.

Top