Toni Ruttimann, Bule yang Bangun 61 Jembatan di Pelosok- Pelosok Indonesia. Salut



Miris melihat kepedulian bangsa ini, ratusan miliar harus masuk ke kantong para koruptor untuk memenuhi gaya hidup mereka. Namun di satu sisi ada anak bangsa yang begitu miris. Generasi penerus bangsa yang berjuang demi massa depanya yang bahkan kita tidak tahu para anak-anak bangsa ini yang nantinya akan mengharumkan Indonesia di mata dunia.

Lihat foto-foto perjuangan mereka, yang membuat mata ini tak terasa berlinang air mata.











Dan masih banyak lagi, potret miris perjuangan anak bangsa ini. Tanpa pikir panjang seorang warga negara Swiss, Toni Ruttimann telah bertindak nyata. Dengan swadaya masyarakat Toni telah membangun berbagai jembatan di seluruh pelosok Indonesia.

Lihat hasilnya anda akan kagum,







Dan masih banyak lagi yang dibangun oleh Toni, karena jumlahnya sudah mencapai 61 jembatan.

Sudah tahukah anda Toni Ruttimann? Baca disini : 3 Tahun Bantu Buat Jembatan, Toni, Bule dari Swiss ini Malah Didenda. Sosok yang baik hati ini betapa sungguh menampar pemerintah Indonesia (cuma bagi yang peduli saja, yang tidak pedulai jangankan merasa tertampar, nengok hasil jembatan Toni saja sudah bagus).

Kisah Toni ini membuat hati ini begitu sedih, tak mengharap apapun dari sejak 3 tahun lalu ia masuk ke pelosok-pelosok Indonesia untuk membangun jembatan yang rusak, yang dilalui anak-anak generasi penerus bangsa.

Bahkan sanjunganpun tak ia inginkan, kisah Toni ini terungkap saat facebook Imam B Prasojo, mengunggah status terkait kendala yang dihadapi Toni.

Niatnya membantu membawa material dari luar negeri, Toni harus berurusan dengan birokrasi yang ruwet dan sempat akan didenda ratusan juta rupiah.

Toni mengalami kesulitan karena lambatnya pengurusan dokumen dari intansi terkait. Akibat kelambanan ini, biaya pemakaian peti kemas atau demurrage di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, jadi membengkak.

Hingga jumlah biaya demurrage per 26 September 2016 yang ditagihkan kepada Toni atas tiga kontainer wire rope diketahui senilai Rp 195.650.000.

"Saya memang prihatin terhadap nasib Toni yang sejak tiga tahun lalu keluar masuk wilayah terpencil di Indonesia untuk mendorong warga desa bergotong-royong membangun 61 jembatan gantung secara swadaya di Indonesia," papar Imam dikutip dari kompas, Kamis (6/10/2016).

Baca Juga : Bantu Biarawati yang Motornya Mogok, Dua Ustadz ini Banjir Pujian

Akhirnya Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkomitmen untuk membayar seluruh biaya demurrage. Komitmen tersebut diperkuat oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto.

"Kami akan membayar semua denda dan biaya pelabuhan. Kami sedang menunggu invoice (tagihan) akhir," ujar Arie.

Semoga di Indonesia masih ada pemerintah yang peduli dan cepat tanggap terhadap nasib bangsa ini. Kalau tidak pasti akan dipermalukan seperti apa yang telah dilakukan Toni ini.
Top