Luar Biasa, Sebuah Pelukan Membawa Banyak Keajaiban



Apa yang paling kita inginkan saat merasa kesepian dan depresi? Nasehat panjang, ataukah, sebuah pelukan hangat? Saya yakin, sebuah pelukan hangat lebih saya sukai daripada nasihat panjang. Meski tanpa kata-kata, pelukan hangat dan tulus akan terasa lebih dalam menyentuh hati kita. Diantaranya adalah :

1. Menciptakan keharmonisan antara suami istri

Adakalanya dalam perjalanan rumah tangga, kita harus menghadapi masalah yang membuat kita berselisih paham dengan pasangan. Perbedaan karakter, ego, juga pola pikir, seringkali membuat kita ngotot mempertahankan diri.

BACA JUGA : Waspada, Bahaya Terlalu Sering Keramas. Cek Disini

Alih-alih mencoba mendengarkan pendapat pasangan, biasanya kita lebih memilih mengurung diri dan membenarkan pendapat kita sendiri. Hingga akhirnya kita terjebak dalam situasi yang sama sekali tidak mengenakan, seperti saling mendiamkan pasangan.

Dan ya, saya sering lho mengalami masalah seperti itu. Sulit sekali menjalin komunikasi dengan emosi yang masih meletup di dada. Lantas, bagaimana cara mengakhiri perang dingin itu?

Saya memilih melakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan pelukan. Memeluk erat suami meski dada dan kepala terasa 'berasap'.

Mom, terkadang, saat mulut kita tak sanggup mengeluarkan isi hati. Di saat ego kita masih belum juga mau menerima pendapat pasangan, saya memilih tidak mengatakan apa-apa. Namun,  untuk mencairkan kebekuan hubungan, sependek pengalaman saya, pelukan jauh lebih efektif daripada ribuan kata-kata. Nggak percaya? Coba deh buktikan.

2. Menumbuhkan ikatan kasih sayang dalam keluarga

Tahukah, Mom, ketika berpelukan, tubuh kita akan melepaskan sebuah hormon yang bertanggung jawab untuk menumbuhkan ikatan kasih sayang dan cinta, yaitu hormon oxytocin. Hormon inilah yang menimbulkan perasaan nyaman dan tentram, juga perasaan dicintai.

Orangtua yang kerap memeluk anak-anaknya, akan membuat anak-anaknya tumbuh dalam suasana penuh cinta dan saling dukung. Mereka tidak akan merasa sungkan memberikan pelukan hangat untuk mensuport saudaranya yang sedang menghadapi masalah.

3. Mengurangi depresi

Banyaknya masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sering menimbulkan tekanan tersendiri bagi kita. Kondisi seperti ini bila dibiarkan berlarut-larut, boleh jadi akan berdampak serius bagi kesehatan.

Pelukan, berdasarkan riset yang dilakukan Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat terhadap ratusan orang, ternyata mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, membuat awet muda, tidur lebih nyenyak dan kehidupan yang lebih sehat.

Bagaimana terhadap anak?

Dari hasil penelitian di University of Itali, diperoleh data yang menunjukkan bahwa anak yang sering mendapatkan pelukan dari orangtuanya akan lebih mudah sembuh dari depresi/stres yang dialaminya. (Jangan salah, Mom, anak juga sering lho mengalami depresi).

4. Menumbuhkan rasa percaya diri

Pelukan hangat yang diberikan orangtua selain dapat menimbulkan ikatan dan kasih sayang yang kuat antara orangtua dan anak, juga akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Anak yang sering dipeluk akan merasakan derasnya kasih sayang yang mengalir lewat sentuhan kulitnya, ia akan merasa dicintai dan merasa tenteram. Sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan.

5. Mengatasi tantrum pada anak

 Tidak setiap anak bisa mengatasi rasa kecewanya dengan baik. Kekecewaan yang timbul akibat keinginannya tidak dipenuhi kerap membuat anak menangis heboh dan sulit dihentikan.

Untuk menghadapi anak yang sedang tantrum seperti itu, pelukan hangat dan lembut yang kita berikan akan bekerja lebih efektif daripada omelan menyuruh anak berhenti menangis.

6. Membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat baik fisik maupun mentalnya

Ada mitos yang berkembang di masyarakat, bahwa bayi sebaiknya tidak terlalu sering digendong supaya tidak 'bau tangan'. Atau, bila bayi menangis, jangan terlalu cepat diangkat supaya tidak menjadi anak yang manja.

Saya pun dulu sempat termakan mitos itu. Khawatir mempunyai anak yang kelak tumbuh cengeng dan manja, saya pun memilih untuk tidak terlalu sering menggendong anak. Atau, membiarkannya menangis beberapa saat sebelum akhirnya saya angkat.

Padahal, berdasarkan penelitian Journal of Epidemiology and Community Health, bayi mendapat inisiasi dini sesaat setelah lahir, akan mentransfer sejenis mikroorganisma yang membuat daya tahan tubuhnya semakin kuat.

 Dan bila pelukan ini sering diberikan sejak bayi dan sepanjang masa kanak-kanak, akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah stres. Ia pun kelak tumbuh menjadi anak yang penyayang, sehat dan penuh rasa percaya diri.



Ah, ya, berikut tips cara memeluk anak yang benar :
  • Ambil posisi tubuh sejajar dengan anak sehingga sama tinggi
  • Dekap ia dengan kedua tangan sehingga menyelimuti tubuh anak
  • Lakukan selama minimal 3 detik
Top