Isu Beredar, Kucuran Dana untuk Unjuk Rasa Tolak Ahok Mencapai Rp 10 Miliar


Demonstrasi anti Ahok yang dimotori salah satu ormas keagamaan, bukan hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga daerah lain di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Padang, dan Makassar.

Aksi unjuk rasa terhadap cagub Ahok atas dasar dugaan penistaan agama dan menghina ulama terus membeludak

Bahkan, dilansr dari TribunNews, akan ada aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan massa di ibu kota yang terkonsentrasi di Balai kota DKI Jakarta dan Bareskrim Polri.

BACA JUGA : Djarot Tiba-tiba Turun dari Mobil, "Copot Poster Cagub Agus Harimurti Yudhoyono!"

Namun, isu dari rumor yang berkembang, aksi unjuk rasa anti Ahok itu ternyata ada yang memobilisasi.

Salah satu ormas keagamaan disebut-sebut menerima kucuran dana hingga Rp 10 miliar dari mantan petinggi negeri ini yang menginginkan Ahok tumbang sebelum berlaga dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Tim Pendampingan Hukum DPP PPP kubu Djan Faridz, Muara Karta mengaku, dia sudah mengetahui informasi tersebut, sejak beberapa hari yang lalu.

Karta mengaku, sejumlah pimpinan aliansi keagamaan yang ikut demonstrasi mengadukan ke dirinya terkait tidak meratanya distribusi dana Rp 10 miliar.

Karta mengungkapkan "Beberapa aliansi melaporkan tidak meratanya pembagian dana. Mereka mengaku, hanya menerima Rp 500 juta,"

Atas temuan tersebut, Karta mensinyalir aksi unjuk rasa yang makin marak akhir-akhir ini bukan semata-mata untuk menjegal Ahok.

"Saya melihat, sasaran utamanya menjatuhkan Presiden Jokowi. Kalau hanya menjegal Ahok sepertinya terlalu kecil," tutup Karta.‎
Top