Ini Sosok Aryani, Ibu Kiswinar yang Tiba-Tiba Muncul Laporkan Mario Teguh ke Polisi



Masalah Kiswinar dan Mario Teguh hingga saat ini makin pelik. Awal kemunculan Kiswinar di program Hitam Putih, hingga di ketahui public bahwa Mario Teguh, sang motivator kawakan itu mempunyai seorang anak dari pernikahanya pertamanya, membuat motivator yang khas dengan kata "super"nya ini kebakaran jenggot.



Masalah berlanjut, hingga hukuman sosialpun mengadili Mario Teguh lantaran tak mau mengakui buah pernikahanya dengan Aryani Soenarto, yaitu Kiswinar sebagai seorang anaknya.

Aryani Soenarto selaku ibu Ario melaporkan mantan suaminya itu ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga :
-  Mario Teguh Takut Sekali Bercerita, Kalau Ibu Kiswinar Berbagi Ranjang dengan Lelaki Lain
-  Ini Awalnya Kiswinar Tiba-Tiba Muncul di Hitam Putih dan Ngotot Anaknya Mario Teguh
-  Bak Ridho dengan Rhoma Irama, Lihat Ario Menirukan Mario Teguh. Sangat Persis Sekali

"Ya memang laporannya sudah kami terima. Laporannya terkait pencemaran nama baik dengan terlapor saudara Mario Teguh," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (6/10/2016), dikutip dari detik.com.

Laporan tersebut tertuang dalam LP/4802/X/PMJ/Dit.Reskirmum, pada Rabu 5 Oktober kemarin di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pelapor atas nama Ferry Henry Amarhoseya selalu kuasa hukum Ario dan Aryani.

"Laporannya terkait pencemaran nama baik, bahwasannya ibu Aryani ini dituduh memiliki hubungan dengan Mr X, sehingga Ario tidak diakui sebagai anak oleh Mario Teguh," jelas Awi.

Awi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Ario dan Aryani akan dimintai keterangan polisi dalam waktu dekat ini.

"Ya tentunya setiap laporan pasti kita tindak lanjuti," imbuh Awi.

Atas peristiwa tersebut, Aryani dan Ario merasa dicemarkan nama baiknya. Ario sendiri masih berkeyakinan bahwa Mario adalah ayah kandungnya. Namun semakin pelik hingga saat ini kita belum tahu apa kebenaranya karena kedua belah pihak belum bertemu secara langsung. Dan perang terjadi di ranah hukum, dan media sosial, serta berbagai pemberitaan di media.
Top