Belum 40 Hari Sang Raja Wafat, Bisnis 'Esek-Esek' Kembali Gencar di Thailand

Beberapa pekan lalu, seluruh warga Thailand berduka atas meninggalnya Raja Mereka. Begitupula perindustri hiburan yang ‘istrirahat’ beberapa waktu untuk menghormati Raja Bhumibol Adulyadej.



BACA JUGA: Gadis 5 Tahun Gambarkan Kejahatan Seksual yang Menimpanya, Ternyata Kisahnya Sangat Mengejutkan

Pemerintah disana mengharuskan agar semua tempat dan bentuk hiburan ditutup selama 30 hari sebagai bentuk penghormatan sang raja.

Tapi ternyata hal itu tidak berlaku sepenuhnya, belum genap sebulan distrik prostitusi Thailand sudah beroperasi lagi pada kemarin. Para pekerja seks disana juga sempat memakai kostum ala pelayaran, gaun mini, suspender, garter, sepatu yang semuanya seba hitam.

Ini merupakan cara unik tersendiri yang dilakukan mereka sebagai tanda hormat. "Tempat ini masih sepi. Semua orang bersedih karena raja meninggal. Tapi kita harus tetap bekerja untuk mencari uang. Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan. Kami harus tetap mencari pelanggan," kata Lex, 26 tahun, salah seorang pekerja seks komersial di distrik tersebut, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (25/10).

Noi, seorang ladyboy yang bekerja di klub dekat Nana Plaza juga angkat bicara. "Kami mencintai raja. Kami mencintai negara kita. Aparat keamanan memahami hal ini dan mereka membiarkan kami bekerja lagi."

Bar dan diskotik disana memang diperbolehkan beroparasi, asal lampu-lampu lebih diredupkan, music dipelankan dan para penari panas hanya boleh menari di dalam gedung saja.

Selain itu para petugas disana juga beroperasi untuk memastikan tempat-tempat panas tersebut tutup lebih awal yakni jam 12 malam, bukan 2 atau 3 pagi seperti sebelumnya. Industry ini juga dipastikan akan beroperasi secara normal setelah berkabung selama 30 hari.
loading...
Top