Baby Blues Hanya Sindrom Bagi Ibu Melahirkan, Bukan Kelainan

Pernah gak sih, menemui atau justru mengalami seorang ibu yang sifatnya berubah drastis pasca melahirkan? Hmm.. mungkin inilah yang disebut dengan Baby blues. Lalu, apa sih baby blues itu??



BACA JUGA:  Bukan Emas Atau Uang, Mahar dari "Kuli" Ini Sungguh Mulia. Netizen Sampai Nangis Lihat Videonya

Dikutip Wajibbaca dari Kompas, sindrom yang biasa disebut baby blues ini, ternyata nirmal dan banyak dialami oleh ibu pasca melahirkan. Tapi nyatanya, banyak suami atau orang disekitar mereka yang tidak mengetahuinya sehingga tidak memberi dukungan penuh.

"Baby blues memang normal dimiliki ibu. Sekitar 80 persen ibu mengalami baby blues," kata psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum saat dihubungiKompas.com, Selasa (4/10/2016).

Seorang ibu yang mengalami baby blues akan merasa bingung dan tak mampu mengurus bayi. Perasaan bahagia memiliki bayi bisa berubah menjadi kesedihan. Penyebabnya adalah fluktuasi hormonal yang menyebabkan tanda menyerupai depresi.

Praktisi psikologi dan juga terapis yang akrab disapa Lia ini memaparkan, tanda-tanda baby blues antara lain, perasaan mengharu biru atau sangat sedih, sering cemas, tiba-tiba menangis, hingga menjadi sangat sensitif.  Kondis inipun hanya berlangsung sebentar, normalnya hanya 3-6 hari saja dan paling lama bisa sampai 2 pekan.

Tapi perlu diwaspadai, jika kondisi tersebut berlangsung lebih dari dua minggu atau satu bulan. Bukan lagi baby blues, melainkan depresi pascamelahirkan atau postpartum depression. Ketika memasuki fase itu, bisa muncul keinginan ibu melukai diri sendiri dan bayinya.

Lia menjelaskan, baby blues juga bisa muncul karena kelelahan mengurus bayi dan kurang tidur. Selain itu, bisa juga karena ibu mengalami perubahan bentuk tubuh dan persoalan menyusui.

Untuk mencegahnya, setelah melahirkan sebaiknya para ibu tak dibiarkan sendirian mengurus bayi. Untuk mengatasi baby blues, suami bisa membantu dengan melakukan hal kecil yang sangat berarti bagi ibu, seperti memeluk, memijat, dan membantu mengurus bayi. Jangan sampai baby bluesberkembang menjadi depresi pascamelahirkan.
Top