Asal-usul Dari Slogan "Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang" Ternyata Sangat Mengejutkan

Generasi 80-an, 90-an bahkan 2000 pasti sudah tau siapa sosok 3 pelawak legendaris Indonesia. Siapa lagi kalau Bukan Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro. Mereka selalu kompak dalam melawak, sehingga membuat siapa saja yang melihatnya tertawa dan terhibur.



BACA JUGA: Sedih.. Masih 11 Tahun, Bocah Ini Rawat Ibunya yang Lumpuh Sendirian

Kamu pasti pernah melihat slogan yang sering muncul di akhir film warkop DKI yang berbunyi “Tertawalah Sebelum Tertawa Itu dilarang”. Ternyata slogan itu bukanlah slogan biasa, ternyata ada sebuah kisah didalamnya.

Dikutip Wajibbaca dari Indozone, Ketika salah satu anggota Warkop DKI yang masih ada, Indrodjojo Kusumonegoro AKA Indro diundang di acara Mata Najwa pada Rabu, 19 Oktober lalu mengungkap apa sebenarnya makna slogan tersebut.

Pembawa acara, Najwa Shihab menanyakan langsung kepada Indro soal makna dari slogan yang sering muncul di film Warkop DKI. "Di pertenghaan 70 an kami terbentuk. Dan semakin hari semakin susah bikin ketawa orang. Ketika kita bikin ketawa orang, kita harus celingak celinguk. Orang yang mau ketawa juga celingak-celinguk," kata Indro dalam kesempatan itu.

"Dari situ kita pikir, wah kita tertawa aja bakalan dilarang kayanya, yaudah tertawalah sekarang sebelum tertawa itu dilarang," sambung Indro.

Indro juga menceritakan, mereka pernah mendapati pengalaman yang kurang mengenakan saat hendak tampil melawak di sebuah daerah. Maklum, saat itu Warkop DKI sering memasukkan kritikan atau sindiran ketika mereka melawak.

Indro juga menceritakan pengalaman yang kurang mengenakkan lantaran seringnya memasukkan kritikan dan sindiran disetiap acaranya. Saat turun dari pesawat, mereka langsung dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah tempat.

"Pernah kami turun dari pesawat langsung dibawa ke mobil, langsung dibawa ke Skogar tuk diinterogasi. Ketika itu kecurigaannya pasti akan membawakan kritik, siapa yang akan dikritik, seperti itu," ungkap Indro.

Ia juga menceritakan cikal bakal istilah Warkop yang hingga kini digunakan sebagai grup lawaknya. "Saat itu Warkop anggap negara ini katanya demokratis, tapi di warung kopi itu yang kami anggap paling demokratis," tuturnya.

Wahh.. walaupun 2 anggotanya sudah tiada, tapi sepertinya mereka tak berhenti membuat warga Indoensia tertawa, bahkan versi terbarunya yakni Warkop DKI Reborn part1, yang sudah ditonton lebih dari 7 Juta penonton.
loading...
Top