Akui Videonya Saat Nyabu, Anggota DPRD Padang Pariaman Bilang Nggak Kalau Itu Sabu



Dua anggota DPRD Padang Pariaman yang video 'nyabunya' viral berinisial SH dan Yanuar Bakri. Mereka merupakan politisi dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

"SH dari Partai PDIP dan YB dari Partai Demokrat," kata Kepala BNNP Sumatera Barat Mohammad Ali Azhar dilansir oleh detikcom, Senin (10/10/2016).

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut Ali, video itu dibuat pada Oktober 2015 lalu di salah satu tempat di Batam, Kepulauan Riau. Keduanya akan dites urine atas kasus ini.

"Rencananya hari ini kita bawa ke Jakarta satu orang, yang YB, iya (untuk diperiksa di BNN Pusat)," ujarnya.

"Kita assesment, kita tes urine tes rambut, walaupun itu setahun yang lalu tapi kan nanti ketahuan dari assesment itu apakah pemakai berat atau tidak ketahuan nanti," sambungnya.



Akhirnya Yanuar Bakri hari ini menjalani tes laboratorium BNN Pusat, Cawang Jakarta Timur. Yanuar mengaku tak tahu itu sabu.

"Saya tidak tahu itu apa jenis barangnya. Kebetulan saya bersebelahan dengan teman. Teman mengajak saya, dia menanyakan itu apa, saya nggak tau. Pada kesempatan ini juga saya meminta maaf kepada masyarakat yang di daerah saya," ujar Yanuar Bakri usai menjalani tes di BNN Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/10/2016) malam.

Politisi Demokrat itu mengatakan, tes laboratorium tersebut dilakukan atas permintaan dirinya. Hal tersebut dilakukan sebagai klarifikasi bahwa dirinya sudah bukan pengguna lagi.

"Karena saya dengan iktikad baik kalau saya bukan pengguna, saya serahkan diri di BNN. Saya lakukan tes sebagaimana mekanisme yang ada," ucap Yanuar.

Baca Juga : Mufiatun, Pembantu Laundry yang Disetrika Majikan dan Tak Digaji Hingga Akhirnya Melarikan Diri

Yanuar meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut, dia siap menerima resiko atas hal itu. Namun Yanuar merasa sudah beritikad baik dengan menjalani tes di BNN.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, Wirya Pansuri yang mendampingi Yanuar, mengatakan bahwa tes di BNN ini juga untuk menentukan sikap partai terhadap Yanuar.

"Dirinya sudah mengakui bahwa memang orang yang ada di video tersebut memang benar dirinya. Nah untuk mengkonkritkan apa yang dijelaskan dirinya di internal partai, maka dari itu tindak lanjutnya kita periksa yang bersangkutan ke BNN Pusat yang ada di Jakarta ini," ujar Wirya Pansuri.

Kepala BNNP Sumatera Barat, Ali Azhar yang juga mengantar Yanuar, mengatakan tes dilakukan secara medis dengan mengambil rambut dan urin. Hasil assessment medis tersebut baru bisa diketahui setelah 3 x 24 jam.

Baca Juga : Penyesalan Mendalam Seorang Ayah yang Tak Bisa Hentikan Air Mata, Saat Tahu Isi Surat Anaknya

"Nanti kita lihat hasilnya 3 x 24 jam kita berdasarkan data dan bukti yang ada nanti," ucap Ali.

Sebelumnya, diketahui video anggota DPRD 'nyabu' itu viral di media sosial. Setelah ditelusuri oleh BNNP Sumatera Barat, peristiwa itu terjadi pada Oktober 2015 lalu di salah satu tempat di Batam, Kepulauan Riau.

Ada yang mau niru-niru artis ini. Terjaring saat penggrebekan dan di tes memakai sabu. Eh ngakunya nggak tahu kalau barang yang di konsumsinya itu adalah sabu.
Top