Warga Jepang Bersiap Sambut Letusan Gunung Sakurajima yang Mampu Memproduksi 14 Juta Meter Kubik Magma

Salah satu gunung berapi aktif di Jepang diperkirakan akan segera meletus. Para ilmuwan memperkirakan, letusan Gunung Sakurijama akan terjadi dalam rentang 30 tahun ke depan. Peneliti dari University of Bristol menyebut, ada "ancaman besar" di balik gunung berapi yang terletak di Pulau Kyushu itu. Gunung ini menjulang sekira 49 km dari reaktor nuklir di Sendai, serta berdekatan dengan Kota Kagoshima yang berpenduduk 600 ribu jiwa.



Rabu (14/9/2016) BBC.com melansir, erupsi mematikan terakhir dari Gunung Sakurajima adalah pada 1914. Ketika itu, 58 orang tewas. Terletak di Cincin Api pada Samudera Pasifik, Kepulauan Jepang memiliki lebih dari 100 gunung berapi. Gunung Sakurajima sendiri secara reguler menyemburkan abu vulkanik. Bahkan, setiap tahun ia mengeluarkan erupsi kecil, seperti yang tercatat terakhir pada Februari 2016. Saat ini, Otoritas Jepang mengawasi ketat Gunung Sakurijama.

Mereka mencatat, dua gunung berapi berada pada level tiga dari tingkatan tertinggi lima dalam sistem peringatan gunung berapi Jepang. Artinya, orang tidak boleh mendekati gunung berapi. Ketua tim penelitian, yang kini sudah bergabung di Sekolah Pertambangan University of Exeter, Dr James Hickey, menjelaskan, erupsi Gunung Sakurijama pada 1914 diperkirakan memuntahkan material vulkanik hingga 1,5 km kubik. "Berdasarkan data, kami memperkirakan butuh sekira 130 tahun bagi gunung tersebut untuk memproduksi jumlah magma yang sama saat erupsi. Artinya, kita punya waktu sekira 25 tahun lagi," ujar Hickey.

Tim peneliti dari Bristol University dan Pusat Riset Gunung Berapi Sakurijama meluncurkan laporan tentang aktivitas gunung tersebut pada Selasa 13 September. Hasil riset mereka menunjukkan, setiap tahun Gunung Sakurijama memproduksi 14 juta meter kubik magma. Mereka juga menyebut, tingkat produksi magma tersebut lebih cepat dibandingkan kemampuan gunung itu mengeluarkan material vulkanik melalui proses erupsi kecil.



Kota Kagoshima yang berpenduduk sekira 600 ribu jiwa terletak tidak jauh dari Gunung Berapi Sakurijama. (Foto: PA/BBC) Fakta ini mendorong simpulan bahwa letusan besar akan terjadi pada sekira 30 tahun mendatang. Penilaian tersebut dibuat berdasarkan metode studi dan pemodelan terbaru dalam penyimpanan magma. Para ilmuwan berharap, hasil penelitian mereka dapat membantu otoritas terkait membuat rencana tanggap darurat jika letusan besar terjadi.

"Peringatan dini berisi informasi penting kepada otoritas berpotensi membantu banyak nyawa jika sewaktu-waktu terjadi letusan," imbuh Hickey. Menurut salah satu associate professor di Kyoto University, pemerintahnya sudah menyiapkan rencana evakuasi. "Sudah lebih dari 100 tahun sejak erupsi 1914, hanya kurang dari 30 tahun hingga letusan besar berikutnya. Kantor Kota Kagoshima sudah menyiapkan rencana evakuasi dari letusan Gunung Sakurajima," ujar Associate Professor pada Institut Pencegahan Bencana, Kyoto University, Dr Haruhisa Nakamichi.
Top