Menyentuh Hati, Kiriman Surat Seorang Dokter Suriah kepada Obama


Salah seorang dokter yang tersisa di Aleppo membuat petisi yang isinya meminta Presiden Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel membantu menghentikan pengeboman yang terjadi di Suriah, pengebomaan yang dilakukan tersebit sudah di luar batas kemanusiaan, betapa tidak, sekolah, masjid, bahkan rumah sakit pun jadi sasaran pengeboman para tentara pemerintah Suriah.

Seperti dikutip republika online, ini bukan pertama kali surat dilayangkan. Sebelumnya Dokter Hamza Al Khatib telah menulis surat ke kedua pemimpin itu agar menggunakan pengaruhnya membantu rakyat sipil dan dokter di Aleppo.

"Namun respons mereka seperti dalam lima tahun terakhir," ujar Khatib dalam petisinya. "Dari Merkel kita hanya mendengar suara diam dan dari Gedung Putih direspons dengan kecaman-kecaman AS terhadap rezim Suriah."

Namun itu hanya sekedar kecaman. Tak ada upaya lebih dari Presiden Obama atau Merkel dalam menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan rumah sakit. Hingga saat ini sudah 200 ribu orang telah menandatangani petisi itu.

BACA JUGA : Ketika Proses Haji Berlangsung, Tiba-tiba Jemaah Haji Asal Tegal Ini Wafat Dipelukan Sang Suami

Berikut torehan petisi tersebut.

"Saya merupakan satu di antara sedikit dokter yang bertugas membantu 300 ribu warga yang tersisa di timur Aleppo. Kejahatan berlangsung setiap hari. Rezim Suriah dan serangan udara Rusia secara sistematis menargetkan warga sipil dan rumah sakit di seluruh titik kota.

Selama lima tahun, kami telah menjadi saksi tak terhitug jumlah pasien, teman, kerabat yang menderita akibat kekerasan dan menghadapi kematian. Selama lima tahun, negara di dunia hanya mengakui betapa kompleksnya persoalan Suriah, namun hanya sedikit yang melindungi kami.

Bulan lalu ada 42 serangan di fasilitas medis di Suriah. Sebanyak 15 di antaranya merupakan rumah sakit teman dan kolega saya bekerja. Dalam kondisi ini, pelayanan medis di Aleppo bisa benar-benar sepenuhnya terhenti dan membuat 300 ribu orang meninggal.

Apa yang menyakitkan bagi kami adalah memilih mana yang akan hidup dan yang akan mati. Bocah kecil terkadang dibawa ke ruang gawat darurat dalam kondisi luka parah, kami pun harus memprioritaskan mereka yang memiliki kesempatan hidup lebih besar, atau memang kami tak memiliki peralatan untuk menyelamatkan mereka.

Empat pekan lalu, empat bayi baru lahir meninggal lantaran selang inkubator penyalur oksigen terputus akibat ledakan. 

Meski dalam situasi teror, kami memilih tinggal di sini. Kami berjanji untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kami memiliki tugas untuk tetap dan membantu. Yang hanya kami minta sekarang adalah Obama dan Merkel juga melakukan tugas mereka. 


Kami tak membutuhkan tangisan, simpati atau doa mereka. Kami meminta mereka bertindak. Kamu membutuhkan bukti bahwa mereka adalah teman rakyat Suriah."
loading...
Top