Bacaan Serta Tata Cara Sujud Syukur, Sujud Sahwi, dan Sujud Tilawah



Berbagai ibadah dalam Islam diajarkan dengan mudahnya bila kita salah, kita ragu, kita mendapati kegembiraan. Semua itu bernilai ibadah bila kita dapat menyikapi hal itu dengan benar. Salah satunya adalah dengan cara sujud.

Sujud adalah suatu gerakan dimana jidat, kedua lutut, kedua telapak tangan dan ujung kedua jari kaki menempel pada alas tempat kita bersujud. Sujud merupakan salah satu dari gerakan shalat, namun juga ada yang dikerjakan diluar shalat. Mari kita bahas satu persatu diantara 3 sujud ini, dikutip dari islamidia.

1. Sujud Syukur

Sujud syukur : Sujud tanda terima kasih atas nikmat Allah SWT, Atau terhindar dari marabahaya

Dari Al-Baraa’, ia berkata : “Nabi SAW pernah mengutus Khalid bin Walid kepada penduduk Yaman untuk menyeru mereka kepada Islam, tetapi mereka belum mau masuk Islam. Kemudian Nabi SAW mengutus ‘Ali dan memerintahkannya supaya menyusul Khalid. …… kemudian ‘Ali RA menulis surat kepada Rasulullah SAW bahwa orang-orang disana sudah masuk Islam. Maka setelah Rasulullah SAW membaca surat itu, beliau menyungkur sujud.” (HR. Baihaqi )

Tata Cara Sujud Syukur
1. Menghadap Kiblat
2. Takbiratul Ihram
3. Sujud
4. Duduk Istirahat
5. Salam

Bacaan Sujud Syukur

:سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي حَقَّا حَقَّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا. اَللَّهُمَّ اِنَّ عَمَلِي ضَعِيْفٌ فَضَاعِفْ لِي. اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.”

Artinya :
”Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.”

2. Sujud Sahwi

Sujud Sahwi : Sujud yang dilakukan apabila terjadi keragu-raguan dalam shalat baik gerakan amaupun raka’at

Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asdiy “Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bangkit berdiri dalam shalat Dhuhur padahal mestinya duduk (attahiyyat awwal), maka setelah selesai shalat, dalam keadaan duduk sebelum salam beliau bersujud dua kali, dan beliau bertakbir pada tiap-tiap sujud dan para makmum juga mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan beliau untuk mengganti duduk (attahiyyat) yang terlupa itu.” (HR. Muslim).

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian syak (ragu-ragu) di dalam shalatnya, yaitu ia tidak tahu apakah ia telah shalat tiga atau empat raka’at, maka hendaklah ia buang yang syak (ragu-ragu) dan kerjakan mana yang ia yaqini, kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam.” (HR. Muslim)

Tata Cara Sujud Sahwi
1. Dilakukan sebelum dan sesudah Tasyahud sebelum salam
2. Sujud 2x, pada masing-masing sujud  membaca bacaan ini 3 x setiap sujud:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Artinya :
“Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa”

Sebab-Sebab Sujud Sahwi
1. Lupa salah satu rukun shalat dan teringat sebelum mengerjakan rukun seperti itu pada rakaat berikutnya, maka wajib kembali mengerjakan rukun ketinggalan tersebut dan terus menyempurnakan shalat. Sebelum salam melakukan untuk sujud sahwi.

2. Lupa salah satu rukun shalat dan ingatnya pada saat/setelah mengerjakan rukun yang sama pada rakaat setelahnya, maka rakaat sesudahnya itu sebagai penggantinya dan rakaat yang lupa salah satu rukun tadi dianggap tidak ada. Selanjutnya menyempurnakan shalat dan sebelum salam melakukan sujud sahwi.

3. Lupa jumlah bilangan rakaat yang telah dikerjakan seperti tiga atau empat, maka diambil bilangan yang kecil dan disempurnakan shalat. Sebelum salam melakukan sujud sahwi.

4. Bila seorang yang melaksanakan shalat sudah salam tapi ada orang yang memberitahu bahwa shalatnya kurang/ ada yang terlupa, maka kembali shalat menambah kekurangan itu dan sebelum salam sujud sahwi.

5. Bila seorang yang melaksanakan shalat sebelum salam teringat bahwa shalatnya lebih rakaat, maka hendaklah ia melakukan sujud sahwi.

6. Bila seorang imam melakukan sujud sahwi, maka makmum hendaknya mengikuti imam, walaupun makmum tidak tahu sebabnya dan begitu juga terhadap makmum yang masbuk belum menyudahi shalatnya.

7. Bila lupa salah satu sunat ab`ad (1. Tasyahhud atau tahiyatul awal, 2. Duduk dalam tasyahhud atau tahiyatul awal, 3. Membaca shalawat dalam tasyahhud awal, 4. Membaca shalawat atas keluarga (Aali) Nabi Muhammad SAW saat duduk penghabisan, 5. Dalam mazhab Syafi`iyah; lupa membaca doa qunut pada shalat subuh dan shalat witir setelah setengah yang akhir ramadhan) dan teringat tidak usah kembali kepada sunat tersebut tapi sebelum salam melakukan sujud sahwi.

3. Sujud Tilawah

Sujud Tilawah: Sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat Sajadah

Telah berkata ‘Umar, “Hai manusia, kita melewati ayat sujud. Barangsiapa bersujud, ia mendapat pahala; dan barangsiapa tidak bersujud, ia tidak berdosa.” (HR. Bukhari)

Sujud Tilawah Dalam Shalat:
1. Bila terbaca ayat-ayat sajadah maka bertakbir terus sujud sekali
2. Kembali berdiri dengan takbir
3. Meneruskan bacaan ayat sholat yang dibaca
4. Bagi makmum mengikuti imam dalam sujud dan tidak boleh sujud sendiri.

Sujud Tilawah Diluar Shalat:
1. Menghadap kiblat langsung takbir dengan niat
2. Sujud sekali dan kembali duduk
3. Mengucapkan salam
4. Bagi pendengar boleh sujud bila pembaca al-Quran sujud

Ada 15 ayat termasuk Ayat Sajadah:
1. Q.S Al-A’raf ayat 206
2. QS Ar-Ra’d ayat 15
3. QS An-Nahl ayat 49
4. QS Al-Isra ayat 107
5. QS Maryam ayat 58
6. QS Al-Haj ayat 18
7. QS An-Naml ayat 25
8. QS As-Sajadah ayat 15
9. QS Al-Furqan ayat 60
10. QS Fussilat ayat 38
11. QS Al-Haj ayat 77
12. QS An-Najm ayat 62
13. QS Al-Insyiqaq ayat 21
14. QS Al-Alaq ayat 19
15. QS Shad ayat 28.

Tata Cara Sujud Tilawah
Sujud 1x baik dalam shalat maupun diluar shalat,  tetapi tidak perlu membaca tasyahud (bacaan tahiyat) ataupun salam dengan membaca:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya:
“Wajahku bersujud kepada Tuhan yang menciptakan dan membentuknya,  merekahkan  pendengaran  dan penglihatannya.Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta” (HR. Bukhari).

Bila ada kesalahan dan kekurangan itu murni kesalahan kami. Maka dari itu kami selalu menerima saran dan kritik. Semoga menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang agama.

Top