Senjata tajam ditulisi `bismillah bisa bunuh orang amin`, Para ABG ini Berniat Tawuran

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 26 Jun 2016

Senjata tajam ditulisi `bismillah bisa bunuh orang amin`, Para ABG ini Berniat Tawuran
Polisi memperlihatkan gergaji yang digunakan untuk tawuran di sejumlah titik di Kota Bogor, Jumat (24/6/2016) malam.(tribunnews)
Inilah tingkah para pelaku tindak kejahatan yang masih remaja, menyalahkan gunakan agama untuk tindak kejahatan. Sungguh miris ya kelakuan remaja zaman sekarang. Para ABG (Anak Baru Gede) sebanyak 31 orang yang sedang dan akan tawuran di beberapa titik di Kota Bogor ini, diamankan petugas gabungan kepolisian, Satpol PP Dan TNI saat menjelang sahur, sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (25/06).

Tak hanya itu, dari tangan mereka, petugas juga berhasil menyita sejumlah senjata tajam berbagai jenis dengan ukuran besar. Senjata tersebut di antaranya satu gergaji lancip rakitan, satu celurit, satu pedang, samurai dan satu golok besar.

Uniknya di salah satu senjata gergaji terbuat dari besi pelat tebal terdapat tulisan berisi 'Bismillah bisa ngebunuh orang amin'. Senjata yang dicorat-coret menggunakan spidol itu diperoleh dari salah satu ABG yang diamankan saat hendak tawuran di daerah Jalan Raden Shaleh, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra mengatakan pihaknya mengamankan 31 ABG ini berdasarkan hasil penyisiran dan razia gangguan kamtibmas saat menjelang sahur. Mereka diamankan terindikasi melakukan tindakan tawuran pada dini hari tadi, Jumat (24/06) pukul 02.00 WIB, demikian dikutip dari merdeka.

Baca Juga : 5 Fakta Kasus Vaksin Palsu, Yang Membuat Masyarakat Was-Was Saat Ini

"Dari beberapa orang ada yang terbukti membawa senjata dan narkoba jenis ganja," katanya.

Lanjutnya, pihaknya masih melakukan proses penyidikan, karena ada beberapa orang yang hanya ikut-ikutan saja. Dalam tawuran ada dua orang luka akibat terkena sabetan benda tajam.

"Ada indikasi yang diamankan ini bukan hanya dari Kota Bogor tapi juga luar Kota Bogor. Kami akan melakukan penyekatan-penyekatan di perbatasan di Kota Bogor," tuturnya.

Para remaja pada saat Ramadhan ini bukanya menambah ibadah untuk mendapatkan ampunan di bulan yang penuh maghfiroh ini, malah menambah dosa mereka dengan berniat untuk tawuran. Tanggung jawab yang besar oleh lingkungan, karena lingkungan dalam hal ini pengaruhnya begitu besar, diperlukan peran orang tua serta pihak lain agar para pemuda ini sadar bahwa tidak ada maslahatnya sama sekali dengan mereka melakukan tawuran seperti itu. Dan akan menambah keresahan masyarakat juga.

Pesan untuk para pemuda, berlomba lombalah dalam mengejar kebaikan, karena berlomba mengejar keburukan tidak ada manfaat yang dapat dipetik baik untuk masa saat ini maupun untuk masa depan kalian. Tawuran bukanlah ajang untuk membuktikan mana yang kuat. Karena tidak ada yang lebih kuat, karena Allah Yang Maha Kuat. Mintalah kepadaNya untuk dikuatkan imanmu, dikuatkan taqwamu, dikuatkan usahamu untuk mencapai masa depanmu yang cerah agar membanggakan orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa.
SHARE ARTIKEL