Mbak Sri `Utusan Tuhan` Mengaku Sebelum Bertaubat Dia Mampu Datangkan Uje

Penulis Penulis | Ditayangkan 13 Jun 2016

Mbak Sri `Utusan Tuhan` Mengaku Sebelum Bertaubat Dia Mampu Datangkan Uje

Perempuan di Kabupaten Pekalongan yang mengaku sebagai utusan Tuhan, Sri Hartatik pada Jumat lalu (10/6) kembali bersyahadat. Hal itu sebagai wujud mantan guru berstatus PNS tersebut telah tobat.

Namun, Sri juga meminta agar Alkitab Na’sum yang ia tulis tak serta-merta dilarang dan dimusnahkan. Alasannya, di dalam kitab itu ada peringatan-peringatan yang mungkin akan terbukti kebenarannya.

Alkitab Na’sum terdiri dari 620 halaman. Isinya ada juga yang dari Alquran.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan, H Muhammad Dzukron mengaku sudah membaca penuh Kitab Na’sum. Menurutnya, isi kitab karangan Sri itu memang menyimpang dari ajaran Islam Dzukron mengatakan, Kitab Na’sum mencampuradukkan ajaran Islam, Kristen dan Katolik. “Ada Zabur dan Taurat,” katanya.

Selain itu, Sri juga menegaskan bahwa wahyu dari Jibril harus disampaikan kepada masyarakat. “Bahkan, yang tidak menerima kitab itu akan mendapat bencana,” ujar Dzukron.

Menurutnya, Sri mengaku mendapat bisikan gaib. Bekas guru itu bahkan mengaku memiliki ilmu rogoh sukma.

“Dia mengaku memiliki ilmu rogoh sukma. Katanya bisa memanggil Ustaz Jefri (Uje), Ustaz Rahmad, Kyai Basari,” terangnya.

Menariknya, hasil pemeriksaan psikiatir juga tidak menunjukkan adanya indikasi bahwa Sri mengalami gangguan kejiwaan. Hanya saja, Sri mengaku mengalami sakit di pinggang karena disantet orang.

Dzukron menjelaskan, Sri setidaknya punya sembilan pengikut termasuk suaminya, Agus Tri Hariyanto. Karenanya Dzukron berharap agar Sri dan suaminya benar-benar bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

“Dia sudah bertobat. Semoga betul-betul tobat sebagai seorang Islam. Pendampingan melalui Kemenag dan masyarakat sekitar, untuk mengajarkan dan membimbing yang benar. Masyarakat sekitarnya minta dibuatkan mushola, sebab pemukiman di sekitarnya hanya sedikit,” harapnya.

Sedangkan Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, KH Rozikin Daman menilai Sri  menyerupai  Ahmad Musadeq yang juga mengaku nabi. Padahal, bagi umat Islam sudah ada Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

“Dia (Sri, red) merasa mendapatkan wahyu, padahal pada ajaran Islam wahyu terakhir diterima oleh Nabi Muhammad. Sehingga, itu merupakan penyimpangan-penyimpangan dan bertentangan dengan Alquran,” tuturnya.

MUI Kabupaten Pekalongan pun meminta Sri dan suaminya sungguh-sungguh tobat dan tak berniat lagi mengulangi perbuatannya. Untuk itu, akan ada pendampingan bagi Sri dan pengikutnya.

“Pembinaan terus menerus akan dilakukan bersama organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Sebab kondisi beliau saat ini masih labil,” tambahnya.
SHARE ARTIKEL