Inilah yang Harus Kalian Lakukan jika Keluarga Kalian Bukan Termasuk Keluarga yang Religius.

Penulis Unknown | Ditayangkan 29 Mar 2016

Ketika anda mulai membaca Quran, mempelajarinya, dan menghafalnya, anda mulai sadar bahwa Quran menawarkan gaya hidup yang menuju ke kanan, sementara gaya hidup anda menuju ke kiri. Jadi anda mulai mengubah beberapa hal. Cara anda berbicara mulai berubah, cara anda berpakaian mulai berubah, cara anda makan mulai berubah, anda mulai berteman dengan orang-orang yang shaleh, memilih pekerjaan yang halal jika sebelumnya pekerjaan anda tidak halal, interaksi anda dengan keluarga mulai berubah, dan sebagainya.

Inilah yang Harus Kalian Lakukan jika Keluarga Kalian Bukan Termasuk Keluarga yang Religius.

 Dan ketika perubahan ini mulai terjadi, siapa orang-orang yang pertama kali bereaksi? Keluarga anda, yaitu ibu anda, saudari anda, saudara anda, sepupu anda, dan sebagainya. Mereka menghampiri anda dan berkata “Kamu sekarang telah berubah, apakah kamu baik-baik saja? Kami juga Muslim seperti kamu, tapi kamu tidak perlu setaat itu. Cukurlah jenggotmu.” Atau seorang ayah akan menghampiri putrinya “Kenapa kamu berhijab? Kamu tidak akan pergi keluar seperti itu kan? Wajahmu kan cantik!” Atau seorang ibu yang berkata pada putranya, “Cukurlah jenggotmu. Kamu tampak seperti teroris. Tempat kerja mana yang akan menerimamu sebagai karyawan kalau kamu berjenggot begitu.”

 Keluarga anda sendiri akan mengatakan hal-hal seperti itu. Ngomong-ngomong, mereka mengucapkan hal ini bukan karena membenci anda. Anda tahu kenapa mereka mengatakan hal-hal itu? Itu karena mereka mencintai anda dan mereka takut karena anda berubah. Mereka pikir anda menjadi gila dan ini bukan hal baru. Kapanpun seseorang mulai taat beragama, keluarga mereka akan menganggap orang itu sebagai ekstrimis atau orang gila.

 Perhatikan hal ini dengan seksama! Ketika anda mulai lebih religius daripada anggota keluarga anda yang lain, maka mereka yang keimanannya masih di bawah anda menunggu anda. Mereka dengan sabar menunggu sampai anda berperilaku buruk. Sampai suatu ketika anda membentak ayah anda, kemudian mereka akan berkata “Apakah ini yang diajarkan Islam padamu? Jadi ini yang diajarkan masjid selama ini, itulah mengapa kelakuanmu begini.”

 Jadi mereka menunggu anda berbuat salah, untuk menyalahkan apa? Untuk menyalahkan agama. Dan ketika ini terjadi, ada perang urat syaraf yang terjadi di rumah. Anda pulang ke rumah dan merasa rumah anda jadi medan perang. Ibu anda, istri atau suami anda, adik atau kakak anda, sepupu anda, paman anda, mereka akan mengatakan hal-hal paling menyakitkan dan sarkastik kepada anda. Andai saja kata-kata tersebut dilontarkan orang lain kepada anda, maka anda akan menabrak mereka dengan mobil anda, tapi anda harus menelannya karena yang mengatakannya adalah keluarga sendiri.

 Jadi apa yang anda lakukan? Anda pun marah. Anda berkata “Kalian mencoba membuatku mengikuti nenek moyang dan budaya, PADAHAL AKU MENCOBA MENGIKUTI SUNNAH, DAN KALIAN BAHKAN TIDAK PUNYA AQIDAH YANG BENAR!!!” Kemudian anda membanting pintu dan keluar. Hal ini sering sekali terjadi.

 Dan sekarang anda mulai aktif ikut pengajian, kelas agama, kursus-kursus, bukan karena anda memang ingin mengikutinya, melainkan karena anda tidak tahan dengan situasi yang terjadi di rumah. Jadi anda hanya ingin menjauh dari rumah.

 Anda tahu, itu adalah kesalahan terbesar anda. Anda seharusnya lebih tahan banting. Anda harus dapat menerima kata-kata mereka yang menyakitkan. Apapun makian mereka, apapun yang mereka katakan, misalnya ibu anda berkata “Kuharap aku tak punya anak sepertimu”, atau ayah anda berkata “Dasar anak tidak tahu diuntung. Mau jadi teroris kamu?” Apapun yang mereka katakan, jangan diambil hati. Tetaplah berbaik hati kepada orangtua anda, berbaktilah sebaik mungkin kepada mereka.

 Apapun yang mereka lakukan, mereka tidak mungkin lebih buruk dari ayah Nabi Ibrahim a.s yang memproduksi berhala untuk dijual dan mengusir anaknya keluar dari rumah. Seringkali anda berkata pada saya “Oh sayangnya orangtuaku tidak mengerti bro.” Terus kenapa kalau mereka tidak mengerti? Yang penting adalah jika anda berpegang teguh kepada Islam, maka anda harus tahan banting. Bahkan orang-orang di zaman Nabi dikubur hidup-hidup karena menyatakan keimanan mereka, mengapa anda tidak tahan menerima hardikan atau kemarahan dari orangtua anda? Kenapa anda tidak tahan banting dan tidak bisa menerima beberapa celaan dari paman anda setiap Idul Fitri? Misalnya, “Oh, tampaknya kamu baru pulang berjihad memerangi pasukan Israel!” Mereka akan mengatakan hal-hal seperti itu, terima saja.

 Orang-orang di zaman nabi mengalami yang jauh lebih buruk, bersyukurlah pada Allah karena kita jauh lebih mudah. Orang-orang selalu tidak bersyukur, dan kita tidak bersyukur karena kita tidak bersabar. Sabar dan syukur saling beriringan, ketika anda tidak sabar, anda mulai mengeluh. Dan ketika anda mengeluh, itu tandanya anda tidak bersyukur.

 Allah memberi anda kesempatan ini untuk mengembangkan kepribadian anda agar menjadi lebih tangguh. Dan saya ingin memberi saran, ketika anda mulai mempelajari agama dengan serius, terlebih lagi pemuda/pemudi dan anda mendapat masalah di rumah, maka lakukan lebih baik lagi di rumah! Bersihkan rumah, belikan ibu anda sekuntum bunga, pijat kakinya, bantu ayah anda mengecat tembok, lakukanlah sesuatu. Hal ini jauh lebih baik daripada anda membangkang kepada orangtua.

Apakah cara terbaik untuk mendekatkan orangtua anda kepada Islam? Yaitu dengan berbakti pada orangtua. Buatlah akhlaq anda menjadi lebih baik. Jangan malah membentak orangtua anda.

Semoga seluruh keluarga kita bisa segara mendapat hidayah dari Allah sehingga mereka bisa menerima perubahan keluarga mereka menjdai lebih baik lagi. Wallahu A'lam

Sumber : lampu islam

SHARE ARTIKEL