Mitos dan Fakta Menarik Tentang Mie Instan yang Perlu Kamu Ketahui

Penulis Unknown | Ditayangkan 15 Dec 2015


Mungkin sebagian besar di antara kita sering mendengar pernyataan atau informasi-informasi yang mengatakan akan bahaya mengkonsumsi mie instan bagi kesehatan. Namun, faktanya tak sedikit orang yang mengabaikan atau mengacuhkan informasi tersebut dan tetap suka mengkonsumsi mie instan sebagai hidangan sehari-hari. Sehingga mie instan masih menjadi salah satu makanan favorit di masyarakat.

Mitos dan Fakta Menarik Tentang Mie Instan yang Perlu Kamu Ketahui

Menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardinsyah, ada tiga mitos terkait mie instan yang perlu kita ketahui.

1. Mengganti air rebusan mi instan atau merebusnya dua kali

Mitos dan Fakta Menarik Tentang Mie Instan yang Perlu Kamu Ketahui

Menurut Hardinsyah, ganti air rebusan mi instan tidak diperlukan. Ia menambahkan bahwa sebagian mi instan di Indonesia, tepung terigunya telah mengandung asam folat yang baik untuk tubuh, dan asam folat itu justru larut dalam air, hingga bila dibuang otomatis kita tak mendapatkan asam folat tersebut .

2. Tubuh memerlukan hingga beberapa hari untuk mengolah mi instan

Mitos dan Fakta Menarik Tentang Mie Instan yang Perlu Kamu Ketahui

Hardinsyah membantah mitos tersebut. Menurutnya, bila tubuh terasa berenergi setelah makan, berarti makanan itu diolah dengan baik oleh tubuh. Sebaliknya, bila setelah makan malah merasa lemas, berarti makanan itu tidak dapat dicerna dengan baik.

Ia lalu memberikan sebuah pernyataan, jika setelah makan mi instan, tubuh bakal terasa berenergi, yang artinya mi instan bisa segera diolah oleh tubuh.

3. Makan nasi dengan mi instan. Baik atau tidak?

Mitos dan Fakta Menarik Tentang Mie Instan yang Perlu Kamu Ketahui

Jawabannya adalah tak baik. Lantaran baik nasi dan mi instan sama-sama karbohidrat. Hardinsyah menyarankan untuk meragamkan asupan makanan, misalnya, mengonsumsi mi instan dengan telur dan sayur untuk menyeimbangkan asupan protein serta vitamin.

Itulah ketiga mitos yang terkait mie instan menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, masih ada beberapa versi lain yang menyebutkan fakta terkait mie instan.

Versi Lain


Seperti dilansir media Jerman, dw. de, berikut beberapa kenyataan mie instan beresiko pada tubuh :

Dapat Mengurangi Kekuatan Tubuh Serap Gizi

Bila kita makan mie instan serta sesudahnya menyantap makanan sehat seperti sayur serta buah, tubuh akan sulit untuk menyerap seluruhnya kandungan gizi dari makanan sehat itu.

Ini karena mie instan yang kita konsumsi, mempengaruhi dengan cara negatif proses pencernaan sampai beberapa jam setelah dimakan.

Penyebab Penyakit Kanker


Mie instan umumnya memiliki kandungan bahan pengawet, zat anti beku, serta unsur lain yang berbentuk karsinogen atau dapat menyebabkan kanker.

Lagipula, mie seduh instan biasanya dikemas dalam "cangkir polistirena" yang memiliki kandungan zat pemicu kanker, plasticizer serta dioksin, serta dapat tercampur ke mie begitu diseduh dengan air panas.

Kandungan Natrium Berlebihan


Kandungan natrium tinggi dapat mengakibatkan batu ginjal dan gangguan ginjal yang lain. Kandungan rata-rata natrium pada sebungkus mie instan lebih dari 800 mg. Sedangkan menurut saran beberapa ahli kesehatan, jumlah konsumsi maksimum natrium per hari adalah 2400 mg.

Jadi seporsi mie instan saja telah nyaris memenuhi 1/2 dari jumlah asupan natrium yang disarankan.

Efek Samping MSG


Mie instan juga kaya penyedap masakan MSG (monosodium glutamat). Ada yang alergi pada MSG, atau terasa sakit kepala atau sakit dada sesudah menyantap mie instan. Mengkonsumsi MSG juga berkorelasi dengan penyakit lain, termasuk juga kanker.

Mengandung Zat Anti Beku


Mie instan umumnya diimbuhi zat anti beku seperti propylene glycol yang mempunyai tujuan untuk mencegah mie menjadi kering.

Mengkonsumsi bahan aditif anti beku ini dipercaya menyebabkan berbagai resiko kesehatan, termasuk gangguan hati, jantung dan ginjal dan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Itulah beberapa mitos dan juga fakta yang terkait dengan mie instan dari dua versi yang berbeda. Semua tergantung pada kita untuk lebih memilih versi yang mana. Yang jelas, jika kita mencintai tubuh kita, kita pasti akan lebih memilih makanan yang mengandung asupan gizi dan nutrisi yang baik untuk tubuh kita dan tidak mengkonsumsi mie instan dalam jangka panjang.

SHARE ARTIKEL