8 Perjalanan Hidup Manusia Setelah Meninggal

 23 Oct 2019  Taufiq F

8 Perjalanan Hidup Manusia Setelah Meninggal

Perjalanan hidup - Image from pinterest.com

Hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan hidup manusia merupakan perjalanan panjang, yang melelahkan, penuh lika-liku, dan melalui tahapan demi tahapan.

Kita hanya perlu mencintai proses perjalanan hidup yang kita lakukan. Entah nanti berhasil atau gagal, entah berapa banyak tawa dan derai air yang lahir karenanya.

Sunnah telah menceritakan setiap fase perjalanan hidup dalam islam. Al-Qur'an diturunkan Allah SWT, berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan hidup tersebut.

Perjalanan hidup adalah rute yang kita lalui untuk menuju satu titik. Bukan jalan di tempat namun ada masa akhir yang akan menghampiri. Datang dan pergi, muncul dan tenggelam.

Ada 8 tahapan perjalanan hidup manusia setelah meninggal. Yang mengingatkan kita terhadap kematian bahwa hidup setelah meninggal itu awal dari mulanya kehidupan, berikut perjalanan kehidupan dalam AlQuran.

Perjalanan Macam Apa Kehidupan? Berjalan Kemanakah Kehidupan Kita?

Perjalanan hidup manusia dimulai dari awal kedatangan kita di dunia ini, keluar dari rahim seorang ibu dan mulai mendapatkan kasih sayang serta bermacam-macam berkah.

Kemudian kita sedikit demi sedikit bertumbuh menjadi seorang manusia yang memiliki kepribadiannya sendiri. Kita mulai menentukan pilihan kita, mulai berputar dalam perilaku baik buruk.

Mulai dibingungkan oleh realita dan idealism, mulai tidak mengerti, mulai menyerah, lalu mulai tercerahkan lagi. Banyak hal yang kita alami dalam kehidupan.

Sangat banyak, apapun yang kita alami, bagaimanapun kehidupan kita, yang harus kita lakukan adalah tetap berjalan, terus berjalan melangkah dalam kehidupan kita.

Kehidupan Setelah Meninggal Menurut Islam

Meninggal merupakan sesuatu yang pasti untuk setiap makhluk yang bernyawa, seperti itulah firman Allah.

Kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah sebuah permainan dan tempat singgah untuk sementara saja.

Dalam islam, kita mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Nah berikut wajibbaca.com sampaikan 8 tahapan kehidupan setelah meninggal menurut islam

1. Alam Barzakh (Alam kubur)

Perjalanan hidup setelah meninggal menurut islam yang pertama adalah alam kubur. Alam kubur merupakan tempat persinggahan pertama setelah mati.

Pada alam kubur inilah manusia sudah bisa mengetahui dimana akan tinggal di akhirat kelak, apakah di surga atau di neraka.

Kemudian setelah manusia sudah memasuki alam kubur, selanjutnya ia akan ditanya oleh 2 malaikat yang bernama Munkar dan Nakir. Malaikat itu menanyakan tentang siapa Tuhan si Mayit, apa agamanya, apa kitab dan siapa nabinya?

Kemudian mayit harus menjawab pertanyaan 2 malaikat tersebut sesuai dengan sesuai amaliyahnya di dunia, yaitu siapa yang menjadi tuhannya dalam pengamalannya ketika hidup di dunia.

Kita harus perhatikan apa saja pertanyaan malaikat pada alam kubur, cek disini (Baca:
INILAH PERTANYAAN MALAIKAT DI ALAM KUBUR YANG HARUS KAMU KETAHUI)

Apa agama ketika ia hidup di dunia, apa kitab yang menjadi pedoman ketika hidup di dunia, dan siapa nabi yang ia panuti ketika hidup di dunia.

Semua pertanyaan itu harus dijawab sesuai ketika hidup di dunia, sehingga tidak bisa di rekayasa. Jika sudah lulus dari pertanyaan 2 malaikat tersebut maka si mayit akan  di istirahat kan di taman surga untuk menunggu kiamat.

Namun jika ia gagal dari 2 malaikat tadi, maka ia akan ditempatkan di terasnya neraka sampai hari kiamat.

Namun ada orang yang tak ditanyai malaikat munkar dan nakir, penasaran? (Baca: Setiap Orang Mati Pasti Mendapat Pertanyaan Dari Malaikat Munkar,Nakir, Lalau Kenapa Orang-orang Ini Tidak Ditanyai ?)

2. Hari kebangkitan

Hari kebangkitan merupakan kehidupan setelah mati yang akan dijalani setelah malaikat Israfil meniupkan sangkakalanya.

Ketika malaikat Israfil meniupkan sangkakala yang pertama, maka semua makhluk akan binasa. Kemudian ia meniupkan untuk yang kedua kalinya, sehingga semua makhluk akan hidup kembali tanpa terkecuali.

Tak hanya malaikat israfil saja yang harus kita ketahui, kita harus mengimani malaikat yang lainnya juga (Baca: 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Kita Imani)

3. Penggiringan ke padang mahsyar

Setelah semua makhluk dibangkitkan tanpa terkecuali, termasuk dari golongan jin, manusia dan hewan. Padang mahsyar adalah tempat data yang sangat luas.

Pada tempat ini semua makhluk dari bumi hingga langit lapisan ketujuh di kumpulkan untuk di adili. Semuanya berkumpul dalam keadaan berdesak-desakan.

Semua manusia pada saat itu akan diadili dengan diiringi oleh 2 malaikat.

Yang satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas semua perbuatannya di dunia.

4. Yaumul Mizan (Hari penimbangan amal baik dan amal buruk)

Setelah semua makhluk berkumpul di padang mahsyar.

Tibalah saatnya untuk memperlihatkan buku catatan amal dari jin dan manusia. Amal mereka akan ditimbang dan dihitung, mana yang lebih banyak, amal baik atau amal buruk.

5. Yaumul hisab

Setelah yaumul mizan kemudian masuk ke hari yaumul hisab. Setelah menerima buku catatan, para jin dan manusia akan menjalani penghitungan amalnya.

Semua amal kebaikan sekecil apapun akan mendapat balasannya. Dan sebaliknya, semua amal kejelekan sekecil apapun juga akan mendapat balasannya.

“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” [QS. Al-Ghashiyah ayat 25-26]

Begini perhitungan saat di yaumul hisab (Baca: Begini Perhitungan di Yaumul Hisab yang Dijelaskan Dalam Al Qur'an)

Rasulullah SAW sering berdoa di dalam sholat dengan mengucapkan:

Allohumma haasibni hisaaban yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.)

Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya tentang apa itu hisab yang mudah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barangsiapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus Sunnah, no. 885. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi]

6. Melintasi jembatan yang lurus (Shirotol Mustaqim)

Setelah melalui proses hisab, semua manusia akan melewati jembatan yang lurus atau yang biasa disebut dengan shirotol mustaqim.

Dalam melintasi jembatan ini, proses hisab yang sebelumnya di jalani sangat menentukan nasib manusia.

Untuk otang dengan kondisi yang sangat buruk, jembatan ini akan menjadi sangat kecil. Hingga disebutkan ukurannya sekecil rambut dibagi tujuh dan tajamnya melebihi samurai.

Sebaliknya, jika kita dengan amalan baik yang banyak, maka akan melewatinya dengan tenang. Ada yang secepat kilat, ada yang menunggang onta, kambing atau sapi dari hasil kurbannya ketika di dunia.

7. Surga

Bagi orang-orang sholih yang berhasil melewati shirotol mustaqim. Ia akan ditempatkan di surga atas rahmat Allah. Semua orang muslim kelak akan ditempatkan di surga meskipun ia memiliki dosa.

Hanya saja sebelum ia ditempatkan di surga akan ditempatkan lebih dulu di neraka untuk membersihkan dosa-dosanya.

8. Neraka

Neraka adalah tempat bagi semua orang yang memiliki dosa. Baik itu muslim atau kafir, disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur'an bahwa terdapat 7 tingkatan neraka.

Hal ini sebagaimana di firmankan oleh Allah SWT:

Tiap-tiap pintu telah ditetapkan untuk golongan yang tertentu bagi mereka (Qs.Al-Hijr:44)

Golongan yang dimaksud adalah orang-orang kafir, munafiq, dan setan, jarak antara pintu dengan pintu yang lainnya adalah lima ratus tahun, dan tujuh ratus tahun perjalanan. Dan setiap pintu ada azab berlipat ganda.

Demikianlah penjelasan mengenai perjalanan hidup manusia yang wajibbaca.com dapat sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua.