Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

22 Jan 2020  Taufiq F

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi jilbab dan variasinya - Image from kupang.tribunnews.com

"Wanita wajib menutup aurat itu dalil, tidak ada kewajiban berjilbab, itu ilmu. Gunakan apa saja yang penting menutup aurat"

Begitulah kata dari anggota DPR RI dari fraksi PKB yang sempat heboh dan viral dengan ustadz Felix Siauw, untuk itu mari kita pahami apa sih persamaan dan perbedaan antara jilbab, mantila, dan kerudung suster berikut ini.

Apa sih persamaan antara jilbab, mantilla, dan kerudung suster? 

Ada tiga hal, yaitu ketiganya berfungsi sebagai tudung kepala, ketiganya dipakai oleh perempuan, dan ketiga jenis tudung kepala wanita tersebut bukan sekadar aksesoris pemanis saja, namun juga bermakna sebagai ungkapan religius pemakainya.

Jilbab dan Berbagai Macam "Variasinya" dalam Tradisi Negara-Negara Islam

Pertama-tama, penulis ingin menjelaskan bahwa saya bukan pemeluk agama Islam dan bukan pula peneliti agama Islam. Oleh karena itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian saya. Saya juga berharap, pembaca budiman sekalian berkenan memberi masukan bagi penyempurnaan artikel sederhana ini.Tujuan artikel ini adalah sekedar menjelaskan gambaran variasi kerudung kepala yang dikenakan oleh wanita dalam dunia Islam dan lingkup Kristianitas terutama Katolik. Oke, langsung saja ke pembahasan.Menurut KBBI, Jilbab adalah kerudung lebar yang dipakai oleh wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.Sedangkan menurut Fedwa El Guindi dalam "Jilbab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan Perlawanan" menjelaskan bahwa jilbab adalah bentuk jamak dari jalaabiib yang artinya pakaian yang luas. Artinya, jilbab adalah pakaian yang lapang dan bisa menutupi aurat wanita, kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan saja yang ditampakkan. Al-Biqa'i dalam Thohari, 2011 menyebutkan beberapa arti dari jilbab, yaitu baju yang longgar atau kerudung penutup kepala wanita, atau pakaian yang bisa menutupi baju dan kerudung yang dipakainya, atau semua pakaian yang menutupi badan wanita.Uniknya, di negara-negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam, terdapat sejumlah "variasi" baju dan penutup kepala wanita. Variasi ini sendiri bisa diartikan sebagai sebuah gaya berbusana.Dan berikut kamu jabarkan foto lengkap dengan keterangan variasi jilbab, yang saya rangkum dari berbagai sumber yang saya baca:1. Hijab

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi hijab - Image from www.kompasiana.com

Hijab merupakan satu atau dua potong kain scarf yang menutup rambut dan leher.

2. Chador

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi chador - Image from www.kompasiana.com

Chador merupakan jenis kerudung yang banyak digunakan wanita di negara Iran. Chador menutup hampir seluruh tubuh kecuali wajah. Chador digunakan dengan cara antara lain mengaitkan pin di antara dua bagiannya.

3. Niqab

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi niqab - Image from www.kompasiana.com

Niqab adalah jenis kerudung yang menutupi hampir seluruh tubuh, kecuali bagian mata dan dahi. Terdapat dua jenis niqab, yaitu:Half-niqab: Terdiri dari kerudung penutup rambut dan kepala, serta kain penutup wajah bagian hidung ke bawah (lihat gambar di atas).Gulf niqab: Terdiri dari kerudung penutup rambut dan kepala, serta kain yang menutup bagian dahi penggunanya hingga hanya menyisakan mata saja yang tampak, (lihat gambar di bawah ini).

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi guif niqab - Image from www.kompasiana.com

Niqab jenis ini pun masih ada lagi variannya. Ada yang kain penutup dahinya terpisah, seperti yang tampak dalam foto gadis Iran berikut ini:

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi guif niqab Iran - Image from www.kompasiana.com

4. Burqa

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi burqa - Image from www.kompasiana.com

Burqa adalah jenis kerudung yang menutup seluruh tubuh, termasuk mata. Penggunanya tetap bisa melihat (lihat gambar di atas). Burqa banyak digunakan di negara Pakistan dan Afghanistan.

5. Rusari

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi rusari - Image from www.kompasiana.com

Rusari adalah kerudung atau tudung penutup kepala sederhana yang tidak seluruhnya menutup rambut dan wajah pemakainya (lihat gambar diatas). 

Sebenarnya, masih banyak variasi kerudung penutup kepala lainnya dalam tradisi negara-negara Islam. Lihat foto ini:

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi variasi kerudung - Image from www.kompasiana.com

Uniknya, terdapat beberapa negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam yang mana kaum wanita tidak selalu mengenakan penutup kepala ataupun kerudung, salah satunya adalah negara Maroko. Ini adalah foto Paus Fransiskus ketika bersilaturahmi dengan keluarga raja Maroko beberapa waktu lalu.

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Gambar keluarga islami raja Maroko - Image from www.kompasiana.com

Mengapa terdapat aneka variasi kerudung di negara-negara (mayoritas) pemeluk Islam? Sepertinya faktor perbedaan tradisi dalam berbusana secara kultural dan perbedaan penafsiran terhadap aturan keagamaan turut mempengaruhi hal tersebut. Sekedar informasi, saya pernah membaca unggahan di Facebook Profesor Sumanto Al Qurtuby yang menerangkan bahwa di sejumlah negara Arab, kerudung dan busana wanita juga dikenakan oleh wanita-wanita non muslim (tidak memeluk agama Islam).Bahasa Arab pun juga turut digunakan oleh non muslim karena memang bahasa Arab merupakan bahasa sehari-hari, yang notabennya tidak berkaitan erat dengan identitas agama seseorang. Jadi merupakan hal yang wajar apabila Alkitab pun tersaji dalam bahasa Arab. Dan amat wajar pula di negara-negara Arab tertentu, kita bisa menjumpai wanita kristiani yang mengenakan pakaian semacam jilbab dan variasinya. 

Baca Juga :1. Lupa Berhijab, Kelakuan Ukhti Satu ini Viral Karena Pakai Kresek Sebagai Gantinya2. Hukum Lepas Pasang Jilbab, Dosanya Sungguh Berat! Hati-hatilah Wahai Wanita

Kerudung Wanita dalam Tradisi Katolik

Sekarang, mari kita bahas varian kerudung yang populer di kalangan umat kristiani terutama Katolik. Perlu di garis bawahi, tidak berarti kerudung-kerudung berikut ini selalu mengungkapkan aspek religius sejak awal-mula keberadaannya.1. Mantilla

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi mantilla - Image from www.kompasiana.com

Mantilla merupakan istilah yang berarti ‘sebuah kain ringan ataupun syal sutra yang dipakai untuk menutupi kepala dan bahu, oleh para wanita di Spanyol dan Amerika Latin.’ Oleh karena itu, sepertinya mantilla tidak berkaitan langsung dengan iman Katolik. Tradisi pemakaian mantilla pernah ada dalam Gereja Katolik, terutama sebelum pembaharuan Konsili Vatikan II (1962-1965). Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan dalam semangat pembaruan Gereja, pemakaian mantilla tak lagi dijadikan suatu kewajiban.Memang terdapat kutipan ayat Alkitab dari surat rasul Paulus, yang ditujukan kepada jemaat di Korintus yang berbicara tentang tudung kepala, yang harus dikenakan wanita yang bernubuat dan berdoa. Alasan utama penggunaan mantilla bagi perempuan pada zaman dahulu adalah didasarkan pada Kitab Rasul Paulus dalam 1 Korintus 11:2-16.Nah, berdasarkan nas ini, Kitab Hukum Kanonik (KHK) tahun 1917 kan. 1262, 2 mengatakan bahwa pria dalam hal ibadah tidak perlu memakai tutup kepala, kecuali keadaan-keadaan khusus yang menentukan sebaliknya, dan perempuan harus mengenakan tutup kepala dan berpakaian sopan, terutama saat mereka mendekati altar Tuhan. Saat KHK tahun 1983 diresmikan, kanon tersebut tidak dinyatakan kembali. Kanon 6, 1 (KHK 1983) menyatakan bahwa apabila suatu kanon tidak dimasukkan dalam KHK yang baru ini, maka artinya sudah tidak diberlakukan lagi.Dengan begitu, kewajiban kanonik bagi para wanita untuk memakai tutup kepala tidak lagi diwajibkan setelah munculnya KHK tahun 1983.Menurut Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta Romo Hieronimus Sridanto Aribowo Nataantaka, Gereja setelah Konsili Vatikan II tidak pernah melarang pemakaian mantilla, namun juga tidak mewajibkannya. Artinya, pemakaian mantilla kini diserahkan pada umat Katolik, boleh memakai dan boleh juga tidak, saat beribadah dan ataupun berdoa di gereja.Umat yang menggunakan mantilla saat upacara liturgi atau doa pribadi bukanlah hal yang salah. Karena itu merupakan penghayatan iman secara pribadi, maka Gereja Katolik tidak melarangnya. Akan tetapi yang paling penting, bagi umat yang memakai mantilla harus bisa mempertanggungjawabkan iman yang ia hayati. Kemungkinan dengan memakai mantilla, umat tersebut bisa semakin menghayati imannya. Dan hukum hal tersebut adalah boleh-boleh saja. Jadi kesimpulannya, wanita yang memakai mantilla jangan lantas merasa dirinya lebih baik daripada yang tidak menggunakannya. Justru menjadi hal yang berbahaya apabila wanita-wanita Katolik mengagungkan mantilla karena hal itu merupakan sifat kesombongan rohani, yang mana merasa lebih suci dibandingkan orang yang tidak mengenakan mantilla. Padahal sejatinya, kriteria kesucian seorang Katolik terletak pada iman dan perbuatannya. Aksesoris pakaian tertentu tidak serta merta secara otomatis menjadikan seorang wanita Katolik lebih suci dari yang lain. Hendaknya, pemakai mantilla tetap bersikap rendah hati.

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi mantilla umat Katolik - Image from www.kompasiana.com

Foto di atas merupakan foto wanita-wanita Katolik yang mengenakan mantilla ketika bertugas melakukan paduan suara di Gereja St Yosef Bontang-Kaltim.

2. Kerudung Suster (Velum) 

Baru-baru ini, film Ave Maryam menjadi primadona banyak orang, bukan saja orang Katolik. Dalam film itu, karakter Suster Maryam mengenakan kerudung suster. Berbeda dengan mantilla yang juga dikenakan oleh perempuan awam (bukan biarawati), kerudung suster atau velum (dalam bahasa Latin) hanya dikenakan oleh biarawati Katolik saja.Makna velum atau kerudung suster utamanya adalah sebagai lambang ikatan perkawinan atau pun persatuan mereka dengan Kristus. Dalam upacara penerimaan busana biarawati (lihat foto di bawah), para suster menyerahkan seluruh hidup mereka sebagai mempelai Tuhan.

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi velum - Image from www.kompasiana.co

Elizabeth Kuhns dalam bukunya “The Habit: The History of Clothing of Catholic Nuns” menerangkan bahwa pakaian biarawati tak banyak berubah, kecuali bagian kerudung kepalanya saja. Statementnya merupakan hal yang bisa dibenarkan, coba lihat aneka variasi velum biarawati Katolik:

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi varian velum - Image from www.kompasiana.com

"Squared velum" ini juga menutup rambut pemakainya. Demikian pula velum dalam foto di bawah. Meskipun berbeda bentuk, akan tetapi jenis ini juga menutup rambut pemakainya.

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi varian velum - Image from www.kompasiana.com

Sementara itu, ada pula velum yang tidak menutup sempurna rambut pemakainya (lihat gambar dibawah ini).

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi varian velum - Image from www.kompasiana.com

Pemakaian kerudung bagi biarawati bermakna simbolis sebagai wujud penyerahan dirinya kepada Tuhan. Sampai sekarang, kebiasaan mengenakan velum masih dipertahankan oleh banyak kongregasi biarawati di seluruh dunia, meskipun ada pula sejumlah kongregasi yang tidak mensyaratkannya, misalnya seperti beberapa kongregasi di Amerika, atau di Indonvercatholic.orgblogesia, misalnya seperti suster FCJ (Faithful Companion of Jesus) dalam foto berikut ini.

Perbedaan Jilbab, Mantilla, Kerudung Suster, dan Variasi Lainnya

Ilustrasi suster FCJ - Image from www.kompasiana.com

Tulisan ini kami kutip dari Kompasiana, yang ditulis oleh Akun Boby MSF. Bagaimana komentar Anda setelah melihat jilbab, mantilla, kerudung suster dan aneka variasinya ini? Pemakainya tampak anggun, bukan? Menariknya lagi, ada beragam variasi kerudung dalam budaya dan agama yang berbeda. Bahkan, tulisan dan foto-foto di atas tak mampu untuk menampung semua variasi yang ada. Ada kerudung yang serba tertutup, ada pula yang agak terbuka. Menariknya, keharusan mengenakan kerudung penutup kepala bagi wanita juga bervariasi. Demikianlah penjelasan ini, mohon beri masukan demi penyempurnaan tulisan sederhana ini. Penulis juga memohon maaf apabila ada informasi yang kurang akurat. Salam Bhinneka Tunggal Ika.

berita
jilbab
mantilla
kerudung suster dan aneka variasinya

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa