Cara Mandi Wajib Yang Benar 

02 Mar 2020  Rizal H

Cara Mandi Wajib Yang Benar 

cara mandi wajib yang benar - Image from unsplash.com

Cara mandi wajib yang benar - Sebagai umat muslim kita diwajibkan untuk melaksanakan yang namanya mandi wajib. 

Mandi wajib merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang ketika sedang mengalami: keluar air mani, bertemunya dua kemaluan pria dan wanita meskipun tidak mengeluarkan mani dan wanita yang sedang nifas atau baru melahirkan.

Berbeda dengan mandi biasa, ada beberapa aturan yang harus anda ketahui pada saat mandi wajib. 

Menurut ahli fiqh mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dengan cara membasuh air ke seluruh tubuh.

Cara mandinya pun berbeda beda bagi pria maupun wanita, untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dan urutan cara mandi wajib yang benar sesuai dengan sunnah rasul.

Tata Cara Mandi Wajib yang Baik dan Benar untuk Pria

1. Niat

Dengan niat kita akan tahu mana sesuatu yang menjadi kebiasaan dan sesuatu yang dilakukan untuk ibadah. 

Jadi akan jelas berbeda niatnya antara mandi biasa dengan mandi besar atau junub. Menurut hadits dari Umar bin Al Khattab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Sebelum melakukan mandi wajib kita harus meluruskan niat terlebih dahulu, adapun berikut niat mandi wajib untuk laki laki.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala

"Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta'ala."

2. Mencuci kedua tangan

Cuci tangan sebanyak 3 kali untuk menghindari najis dan bakteri yang ada di tangan. 

Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

3. Membersihkan Kemaluan

Bersihkan kemaluan serta kotoran yang menempel menggunakan sabun bilas hingga bersih.

Berdasarkan hadits dari Ibnu 'Abbas di atas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau mencuci kemaluannya.

4. Berwudhu

Setelah itu dilanjutkan dengan berwudhu  dengan niat seperti biasanya.

Dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ ، وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اغْتَسَلَ ، ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدِهِ شَعَرَهُ ، حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنْ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ ، أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi junub, beliau mencuci tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya, beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu beliau membasuh badan lainnya.” (HR. Bukhari no. 272)

5. Mengguyur tubuh 

Guyur tubuh mulai dari bagian atas tubuh kepala sebanyak 3 kali bersamaan juga dengan niat.

Dari Jubair bin Muth’im berkata, “Kami saling memperbincangkan tentang mandi janabah di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,

أَمَّا أَنَا فَآخُذُ مِلْءَ كَفِّى ثَلاَثاً فَأَصُبُّ عَلَى رَأْسِى ثُمَّ أُفِيضُهُ بَعْدُ عَلَى سَائِرِ جَسَدِى

“Saya mengambil dua telapak tangan, tiga kali lalu saya siramkan pada kepalaku, kemudian saya tuangkan setelahnya pada semua tubuhku.”

Menurut Syaikh  Syu'aib Al Arnauth Hadits ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari Muslim.

6. Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan 

Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan, mulai dengan menggosok tangan kanan sebanyak 3 kali dan tubuh sebelah kanan dari depan, belakang, hingga sela sela tubuh kemudian lakukan hal yang sama ke bagian tubuh sebelah kiri.

7.  Hidari tangan dari kemaluan

Sebisa mungkin menghindari gerakan tangan agar tidak menyentuh kemaluan untuk menjaga kesucian diri, dan apabila tangan anda menyentuhnya anda diharuskan untuk berwudhu kembali.

Baca Juga:

Tata Cara Mandi Wajib yang Baik dan Benar untuk Perempuan

Sebenarnya tata cara mandi wajib perempuan sama dengan tata cara mandi wajib untuk pria, namun bedanya untuk perempuan diperbolehkan untuk menggelung rambutnya, bahkan tidak perlu membuka gelungan rambutnya hal ini sesuai dengan hadis dari Ummu Salamah.

Beliau bertanya: 
“Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?” 

Beliau menjawab: “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330

Berikut tata cara mandi wajib untuk perempuan:

1. Niat 

Ada 3 hal yang menyebabkan perempuan harus melakukan mandi wajib yakni setelah haid,  berhubungan badan, nifas atau melahirkan. Khusus untuk perempuan yang sudah berhubungan badan niatnya sama dengan niat pada pria 

Niat mandi wajib untuk perempuan setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi Ta'aala.
Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.

Niat mandi wajib untuk perempuan setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.
Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.

2Mencuci kedua tangan

Cuci tangan sebanyak 3 kali untuk menghindari najis dan bakteri yang ada di tangan.

3. Membersihkan Kemaluan

Bersihkan kemaluan serta kotoran yang menempel menggunakan sabun bilas hingga bersih.

4. Berwudhu

Setelah itu dilanjutkan dengan berwudhu  dengan niat seperti biasanya.

5. Mengguyur tubuh 

Guyur tubuh mulai dari bagian atas tubuh kepala sebanyak 3 kali bersamaan juga dengan niat.

6. Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan 

Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan, mulai dengan menggosok tangan kanan sebanyak 3 kali dan tubuh sebelah kanan dari depan, belakang, hingga sela sela tubuh kemudian lakukan hal yang sama ke bagian tubuh sebelah kiri.

7.  Hindari tangan dari kemaluan

Hindari gerakan tangan agar tidak menyentuh kemaluan untuk menjaga kesucian diri, dan apabila tangan anda menyentuhnya anda diharuskan untuk berwudhu kembali.

Itulah tata cara mandi wajib yang benar sesuai dengan sunnah, semoga bermanfaat.

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa