10 Tugas Utama Manajer yang Membuat Bisnis Maju

 22 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

10 Tugas Utama Manajer yang Membuat Bisnis Maju

Ilustrasi manajer - Image from www.dbs.com

Hai jumpa lagi dengan wajibbaca.com, kali ini kita akan membahas tentang 10 tugas manager yang jarang sekali dilakukan, atau bahkan ditinggalkan.

Pernahkah Anda sebagai manajer merasa bingung karena tidak dapat melakukan tugas dengan benar sehingga membuat pekerjaan tidak optimal? Nah, bisa jadi hal tersebut dikarenakan Anda tidak melakukan tugas sebagai manajer dengan baik dan benar.

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut kita akan membahas tentang 10 tugas utama manajer yang wajib dilakukan agar pekerjaan menjadi optimal.

Baca Juga :
1. Mengembangkan Usaha Melalui Bisnis Online
2. Tiba-tiba Ditawari Bisnis Investasi, Ketahui 57 Daftar Investasi Bodong ini Sedang Menggeliat
3. Apa Itu Paytren? Apakah Benar Bisnis Ini Sesuai Syariah?

Tugas Utama Seorang Manajer

Jika teman-teman pernah bertemu dengan orang-orang yang pusing dengan bisnis, atau mungkin orang yang mengeluh, "Kok tugas saya tidak beres-beres?" atau "Kenapa saya sudah menjadi manajer tetapi tidak optimal?".

Nah, hari ini adalah hari yang sangat penting, karena kami dari wajibbaca.com akan membahas tentang 10 tugas manajer yang memang menjadi tugas penting seorang manajer.

Ada sebuah statistik menarik yang dilakukan oleh Harvard, Harvard mengatakan bahwa 58% manajer tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang managerial skill. Jadi bisa dikatakan lebih dari separuh manager di luar sana tidak pernah mendapatkan training resmi mengenai bagaimana caranya menjadi manajer, termasuk juga supervisor.

Banyak sekali kita jumpai dalam dunia bisnis, seseorang diangkat menjadi supervisor karena alasan senioritas, atau karena sudah lama bekerja di sebuah perusahaan. Hal ini tentu akan menjadi masalah yang fatal, dan membuat bisnis owner pusing. Kenapa bisa seperti itu? Nah, hal ini dikarenakan :

  1. Supervisor tidak pernah beres melakukan pekerjaan.
  2. Manajer akan melakukan pekerjaan staff yang seharusnya tidak ia kerjakan.
  3. Banyak manajer yang gagal menjalankan tugasnya karena dihalang-halangi oleh bisnis owner, karena bisnis owner pun tidak mengetahui apa tugas manajer. 

So, hari ini kita akan belajar 10 hal yang dipercaya dapat memberikan Anda ide bagaimana menjadi seorang manajer yang mempunyai skill.

1. Planning

Apa yang ada dalam benak Anda ketika membaca kata planning? Mungkin Anda berpikir bahwa planning adalah membuat rencana atau mungkin membuat suatu schedule.

Padahal planning adalah Anda sebagai seorang manajer harus tahu bagaimana cara untuk menghasilkan, kemudian membuat rencana. Misalnya begini, Anda akan pergi ke Bali, yang jadi pertanyaan adalah apakah Anda tahu cara pergi kesana, jalan mana yang paling cepat, lewat jalan darat, laut atau udara?

Nah, jika sudah tahu, maka tugas Anda sebagai manajer selanjutnya adalah membuat rencana bagaimana cara supaya bisa terbang atau pergi ke Bali secepat mungkin, dengan biaya semurah mungkin.

Ada beberapa dari manajer yang diberi target namun tidak dapat mencapainya, hal ini karena :

  1. Targetnya sendiri tidak jelas.
  2. Manager tidak pernah melakukan. Contohnya begini, Anda diberi target menaikkan omset hingga 50%, nah bagaimana Anda bisa naik 50% jika Anda saja tidak pernah jualan. 

2. Organizing

Organizing artinya Anda sebagai seorang manajer harus tahu bagaimana caranya mendesain sebuah sistem yang bisa mempermudah pekerjaan anak buah Anda.

Contohnya begini, Anda mengunjungi sebuah kafe yang mempunyai desain yang menarik, dan pelayanan yang memuaskan. Hal ini karena sang manajer memberikan atau menciptakan sebuah sistem yang mempermudah karyawannya untuk bekerja dengan lebih cepat.

3. Staffing

Seorang manajer harus tahu bagaimana caranya melakukan staffing, yaitu harus bisa mengenal orang dan juga karakternya, hal ini bertujuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anak buah Anda.

Staffing tidak hanya merencanakan manpower agar bisa mempercepat tercapainya target, akan tetapi sekaligus dapat menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat pula.

Untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, seorang manajer harus mengerti psikologi dan harus mengerti komunikasi, selain itu manajer juga harus tahu bagaimana caranya memahami skill karyawan dan harus bisa mengukur kemampuan seseorang.

4. Direct Guiding

Direct guiding artinya manajer harus bisa menguide seseorang agar mencapai hasil yang lebih baik, sehingga sebuah bisnis akan berjalan lebih efektif.

Contohnya begini, misalkan Anda menjalankan sebuah printing company di mana 4 orang bekerja On the spot, nah sebagai manajer Anda seharusnya bisa mencapai hasil yang sama dengan 2 orang saja.

Jadi Manager jangan hanya berada di balik layar saja, Anda juga harus bersama-sama dengan tim agar mampu menggaet directly di lapangan On the spot. Sebagai manajer Anda juga berperan sebagai marketing yang mana Anda harus bisa mendirect anak buah Anda di lapangan. Jadi direct guiding ini sangat penting untuk membuat Anda menjadi manajer yang handal.

5. Motivating

Motivating artinya memberi motivasi. Motivating terdiri dari dua pilar, yaitu empowering dan encouraging. Empowering artinya Anda memberi kepercayaan, kekuatan dan kekuasaan kepada seseorang untuk melakukan tugasnya. Sedangkan encouraging artinya membangun percaya diri seseorang.

Empowering dan encouraging sama-sama mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan SDM. Namun sayangnya beberapa manajer bukannya empowering malah mengambil alih pekerjaan, dan bukannya encouraging malah menurunkan rasa percaya diri seseorang dengan kata-kata yang negatif. 

6. Mengalokasikan sumber daya

Apa itu sumber daya? Sumber daya bukan hanya manusia, akan tetapi juga benda-benda. Sebagai manajer Anda harus bisa memastikan benda-benda yang dipakai oleh tim Anda terawat dengan baik, selain itu fasilitas yang diberikan kepada Anda juga harus benar-benar terjaga.

Hal ini supaya tidak menyulitkan pekerjaan dan juga bisa mengalokasikan tempat, bagaimana dan di mana menempatkan fasilitas-fasilitas yang sudah diberikan oleh perusahaan. Tujuan dari mengalokasikan sumber daya yaitu :

  1. Agar Anda bisa mempermudah karyawan dalam bekerja.
  2. Bisa membuat workplace menjadi lebih rapi, lebih enak, dan lebih nyaman. 
  3. Perusahaan dengan karyawan yang memiliki kebersihan, kerapian, alokasi sumber daya dan infrastruktur yang rapi, akan membuat karyawannya lebih bersemangat dalam bekerja.

7. Monitoring Progress

Monitoring progress artinya Anda memastikan sudah sampai mana tugas yang diberikan kepada anak buah Anda, seberapa jauh mendekati atau menjauhi target.

Sama seperti Anda sedang mengemudi mobil, Anda pasti melihat dashboard untuk mengecek kilometer. Anda juga melihat jarum speedometer untuk mengecek kecepatan atau kelambatan laju mobil.

Monitoring progress disini tidak hanya memonitor anak buah Anda saja, akan tetapi juga memonitor lingkungan, team, dan rekan kerja Anda lainnya.

8. Control

Kontrol berbeda dengan monitor, jika monitor sifatnya pasif maka kontrol sifatnya aktif. Monitor artinya Anda mengukur dan melihat progres, sedangkan kontrol artinya Anda memastikan progres terjadi dan benar-benar terwujud, selain itu Anda juga memastikan bahwa team benar-benar mengejar target sesuai dengan harapan Anda.

9. Informing 

Informing artinya menginformasikan, Anda sebagai seorang manajer harus bisa menyampaikan informasi bukan hanya ke atasan atau ke bawahan saja, akan tetapi juga ke samping.

Seorang manajer harus memastikan orang-orang yang ada di samping, di atas, dan di bawah Anda well informed, artinya mereka tahu progres dan juga issue.

Jadi apabila terjadi kesalahpahaman, Anda harus mengerti kenapa hal itu terjadi. Anda juga tidak perlu menyalahkan, hal yang harus Anda lakukan adalah menyampaikan koordinasi, dan memastikan apa yang menjadi target bersama benar-benar terwujud.

10. Menciptakan report

Report adalah sebuah tools untuk mendokumentasikan sebuah progres. Anda bisa me-report kepada atasan dan memastikan bahwa progres tersebut disampaikan kepada tim. Sedangkan tim juga harus mengerti hal apa yang harus dilakukan untuk mengejar target.

Jadi report ini membuat manager bisa mengerti dan melakukan thinking time untuk memastikan bahwa apa yang ia lakukan sudah benar atau belum. Kalau sudah benar maka Anda sudah melakukan hal yang sesuai, tapi jika belum maka Anda sebagai manajer harus to do something different.

Semoga tips ini bermanfaat.