"Manusia tak bersyukur!! Dibantu ngeluh gak dibantu marah"

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 17 Apr 2020

Perbandingan bantuan di DKI dan Jawa Barat - Image from twitter.com

Heboh warga bandingkan bantuan sembako DKI dan Jabar

Dalam postingannya itu ia mengatakan "Dari perbandingan bantuan ini maka kita akan menemukan siapa pemimpin yang amanah" bukannya banyak yang mendukung, ia malah dihujat karena dirasa tidak punya rasa syukur

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh sebuah gambar yang diunggah oleh warganet terkait bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dalam postingan itu nampak dua gambar paket sembako dengan keterangan harga serta isi yang berbeda. Gambar tersebut diunggah oleh akun Twitter @DTanjung15

Dalam foto itu, terlihat pada sisi kiri tertulis bantuan sosial dari Pemprov Jawa Barat berisikan paket sembako dan uang tunai, sedangkan di sisi kanan nampak paket sembako yang diberikan oleh Pemprov DKI hanya berupa barang tanpa bantuan uang tunai.

“Ayo cari perbedaan bansos dari pemprov jawa barat dengan pemprov dki ini ya, maka kita akan menemukan siapa pemimpin yang amanah dan bekerja dengan jujur,” tulis akun itu.

Diketahui bahwa rincian bantuan sosial dari Pemprov Jawa Barat merupakan bantuan yang diberikan secara bulanan, sedangkan bantuan sosial dari Pemprov DKI disalurkan setiap minggunya kepada warga Jakarta.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyediakan dana hingga Rp4,6 triliun, dana tersebut untuk bantuan bagi rumah tangga rawan miskin baru yang aktivitas ekonominya terdampak virus corona.

Bantuan sosial yang diberikan oleh Pemprov Jabar ialah uang tunai serta bahan pangan, senilai Rp500 ribu.

Adapun rincian bantuan Pemprov Jawa Barat adalah uang tunai sebesar Rp150.000 per keluarga per bulan. Kemudian bantuan paket sembako beras 10 kg, 2 Vitamin C, makanan kaleng 2 kg, gula pasir satu kilogram, mie instan 16 bungkus, minyak goreng dua liter, dan telur dua kilogram. Jika ditotal senilai RP 350.000 per keluarga per bulan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, terdapat tujuh pintu bantuan bagi warga.

Ketujuh pintu itu adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Dana Desa (bagi kabupaten), bantuan sosial (bansos) dari Presiden, bansos Provinsi, dan bansos dari kabupaten/kota.

Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) melanjutkan, khusus untuk wilayah Bodebek penerima bantuan dibagi menjadi tiga kelompok. Adapun kelompok A, yakni warga yang sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh pemerintah pusat.

Kelompok B, yaitu warga non-DTKS alias warga yang menjadi rawan miskin atau miskin baru akibat pandemi COVID-19. Sedangkan kelompok C, adalah Kelompok B yang juga merupakan perantau alias tidak ber-KTP sesuai domisili maupun orang daerah Jabar.

"Kelompok-kelompok inilah yang harus menjadi perhatian. Semua yang kelaparan, kita survei masuk tiga kelompok itu," ujar Ridwam Kamil. 

Baca Juga: Tak Sembarangan, ini Cara Mencuci Masker Kain Agar Bersih dari Virus Corona

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako tanpa uang tunai kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi Covid-19. Pemprov DKI telah menyiapkan dana hingga Rp179,4 miliar.

Warga DKI memperoleh paket sembako (non tunai) senilai Rp149.500 setiap minggunya selama masa PSBB.

Sembako tersebut berisi lima kilogram beras, dua kaleng makanan kaleng 350 gram, dua biskuit 300 gram, minyak goreng, dua sabun mandi, dan dua buah masker wajah.

Bantuan sosial ini diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada warganya setiap minggu. 

"Bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat bisa lewati masa ini tanpa hadapi masalah yang terlalu besar," ujar Anies di Balai kota, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Keluar Rumah Tak Pakai Masker Dipenjara 3 Bulan, Benarkah?

Kata netizen

Cuitan itu pun menuai banyak komentar dari warganet, banyak dari mereka yang menilai bahwa pemilik akun Twitter @DTanjung15 tidak menghitung dengan baik.

Berikut beberapa komentar dari netizen:

@Widyo Wisnugroho: "350.000 dan 150.000 perbulan (350.000+150.000=500.000)
149.500 perminggu (149.500×4=598.000)
Beda 98.000 doang masih diitung juga, Duh Gusti Paringana Pangapura"

@Rilya: "Looh..jkt kan perminggu..sebulan ya kali 4 donk.."

@Putri: "Yaelah.. perbulan ama perminggu ga bs dibandingin atuh...
Jabar perbulan, DKI perminggu."

@a.b.a.s: "Manusia tiada syukur,
Baik nya membantu bukan membandingkan..
Kalo ga trima ya kasih aja ke yg lebih membutuhkan"

Jadilah Hamba Allah yang Bersyukur

Syukur Adalah Ibadah

Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah. Allah Ta’ala berfirman,

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152)
فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون

يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون

loading...