Kami Lebih Takut Mati Kelaparan Ketimbang Virus Corona

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 01 Apr 2020

Kami Lebih Takut Mati Kelaparan Ketimbang Virus Corona

Jeritan rakyat kecil ditengah pandemi virus corona - Image from wajibbaca.com

Dilema rakyat kecil

"Saya tak takut corona, tapi saya lebih takut nanti anak saya makan apa"

Pemerintah pusat maupun daerah telah memberlakukan status Pembatasan Skala Besar guna menghentikan penyebaran wabah virus corona.

Bahkan, sudah satu bulan terakhir, warga di berbagai daerah telah diperintahkan untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Jika pekerja kantoran memiliki keistimewaan bisa memindahkan kantor mereka ke rumah, maka tidak demikian dengan pekerja informal dan buruh harian lepas.

Mereka harus tetap keluar rumah meskipun hujan badai menerjang sekali pun. Seperti halnya yang dirasakan oleh para pengemudi becak motor (bentor) di Gorontalo ini.

Ahmad Lahua, seorang pengemudi bentor yang ditemui tim Liputan6.com di persimpangan Jalan Citimall Kota Gorontalo mengatakan, dirinya terpaksa tetap keluar rumah.

Bukannya ia ingin melanggar instruksi pemerintah, namun memang itu satu-satunya cara agar tetap bisa bertahan hidup.

Baca Juga: Bagaimana Rakyat Kecil Mencari Nafkah Jika Wabah Corona Terus Berlangsung?

Cobaan yang diterima rakyat kecil seperti Ahmad Lahua bukanlah hanya soal ancaman virus corona yang sewaktu-waktu bisa saja hinggap di tubuh, namun juga kondisi jalan yang semakin sepi, sehingga penumpang sulit dicari.

"Pendapatan saya berkurang, penumpang kurang, sekolah libur sama pegawai yang biasa jadi langganan, itu semua bekerja di rumah," kata Lahua.

Lahua mengaku, sebelum ramai virus corona seperti sekarang ini, dirinya bisa mendapatkan hingga 15 penumpang per hari. Namun sekarang, 6 orang penumpang saja per hari sangat sulit didapatkan olehnya.

"Dapat 5 penumpang saja sehari itu sudah terhitung mujur," ungkap bapak dua anak itu.

Meskipun mengaku takut dengan virus corona, Ahmad Lahua serta para pengemudi bentor lainnya tak memiliki cara lain untuk tetap bisa menafkahi keluarga. 

Lahua mengaku, apabila pemerintah mau menjamin kebutuhan hidup selama instruksi tetap di rumah, maka dia dan teman pengemudi bentor lainnya tentu akan menjalani instruksi tersebut.

"Kami lebih takut kelaparan daripada takut corona," ungkap Lahua dengan wajah gusar.

Baca Juga: Pemerintah Buka Rekening Untuk Donasi, Kenapa Tidak Pakai APBN?

Tak jauh berbeda dengan Lahua, Yusuf seorang pengemudi ojek online juga mengaku penumpangnya makin hari makin sepi.

"Saya cuma dapat tiga orderan, itu dari jam enam sampai jam delapan malam," kata Yusuf.

Padahal di hari-hari biasanya, Yusuf bisa mendapat penumpang hingga 20 orang per hari, dengan pendapatan bersih mencapai Rp200 ribuan.

"Sekarang dapat uang 50 ribu saja sangat susah," kata Yusuf.

Mereka para pekerja harian lepas yang pendapatannya harian, hanya berharap agar pandemi virus corona (Covid-19) segera berakhir. 

Sehingga semua orang dapat kembali mencari uang demi menafkahi keluarga seperti sedia kala.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb