Haru, Viral Tangis Ratusan Karyawan Ramayana yang di PHK karena Corona

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 09 Apr 2020

Haru, Viral Tangis Ratusan Karyawan Ramayana yang di PHK karena Corona

Karyawan Ramayana kena PHK - Image from wajibbaca.com

Tak hanya mereka, ada 130 ribu lebih karyawan juga bernasib sama

Sebentar lagi ramadhan dan lebaran, tapi sekarang harus kehilangan kerjaan, bagaimana membiayai keluarga?

Berharap THR dan toko ramai saat bulan Ramadhan, yang mereka dapat malah PHK massal akibat pandemi corona. Semoga para karyawan ini diberikan kesabaran oleh Allah SWT. 

Pandemi corona di Indonesia memang membuat banyak orang tak dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini pun turut menyebabkan banyak perusahaan mengalami penurunan omzet, sehingga beberapa perusahaan kesulitan untuk menggaji para pegawainya. 

Beberapa perusahaan pun akhirnya mengambil kebijakan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Seperti halnya yang dilakukan oleh Ramayana Depok. 

Potret memilukan akibat PHK itu pun sempat viral setelah diunggah oleh akun Facebook 'Denpasar Weekly', akun tersebut mengunggah sebuah video yang memperlihatkan suasana di Ramayana Depok. Terlihat banyak karyawan Ramayana berkumpul di sana.

Suasana ruangan tampak ramai dan terdengar suara isak tangis. Para karyawan Ramayana tampak saling berpelukan. 

Mereka yang kala itu mengenakan seragam warna pink, saling berpelukan dan menguatkan. Beberapa karyawan pun terlihat hanya terduduk lemas. Mereka tentu tak menyangka akan ada pandemi corona seperti saat ini. 

Menanggapi video yang viral di media sosial itu, Store Manager City Plaza Depok, M Nukmal Amdar memberikan penjelasannya.

Nukmal mengatakan bahwa video yang beredar tersebut terjadi saat sosialisasi tentang keadaan perusahaan di Ramayana akibat pandemi corona. 

"Perusahaan mengalami penurunan penjualan sehingga tak mampu menanggung biaya yang dikeluarkan akhirnya saya menyampaikan kebijakan manajemen, Ramayana tutup operasional," ujar Nukmal dikutip Liputan6.com, Rabu (8/4). 

Nukmal juga menegaskan bahwa video tersebut bukan saat melakukan PHK massal. "Kejadian di video itu pada Sabtu 4 April 2020. Saya gak tahu kenapa baru viral kemarin," ujarnya. 

Baca Juga: Kenali Penyakit yang Sebabkan Glenn Fredly Meninggal

Nukmal mengatakan bahwa akibat pandemi corona, omzet penjualan turun hingga 80 persen. Hal itulah yang membuat perusahaan tak mampu lagi menanggung semua biaya operasional. "Bukan hanya masalah penggajian karyawan tapi semuanya," kata Nukmal. 

Terkait kondisi tersebut, perusahaan akhirnya mengeluarkan kebijakan yaitu melakukan PHK terhadap 87 karyawannya. Nukmal mengatakan bahwa proses PHK tersebut telah sesuai dengan prosedur perusahaan. 

Baca Juga: Cara Mudah Dapatkan Kuota Gratis Telkomsel, Indosat, XL Selama WFH

Pada 5 April 2020 lalu, pihaknya memanggil 87 karyawan dan menjelaskan kondisi perusahaan saat ini. "Iya secara sukarela. Meskipun berat kehilangan pekerjaan," ujar Nukmal. 

Nukmal menambahkan, saat ini, perusahaan sedang mengurus kompensasi kepada 87 karyawan yang terkena PHK tersebut. Seluruh karyawan yang terkena PHK, tetap akan menerima pesangon sesuai hak nya. "Kami akan bayarkan secepatnya juga," imbuh Nukmal.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb