Simak, Cara Mudah Menguji Kesetiaan Suami 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 09 Apr 2020

Simak, Cara Mudah Menguji Kesetiaan Suami 

Ilustrasi - Image from wajibbaca.com

Banyak suami yang gagal melewati ujian ini

Terkadang.. Istri diuji ketika suami berada di titik terendah. Sedangkan suami diuji ketika berada di titik tertingginya

Dalam berumah tangga, tentunya Bunda akan menghadapi berbagai perselisihan atau godaan dari pihak lain yang membuat kamu dan pasangan berkonflik. Respon pasangan dalam menghadapi situasi konflik tersebut bisa mengindikasikan seberapa besar kesetiaannya terhadapmu.

Terkadang ketika menilai kesetiaan pasangan, tak jarang kecurigaan muncul. Namun hal terseut adalah wajar. Tapi Bunda harus segera menyelesaikannya, dan membuktikan keraguan tersebut. Agar keraguan tidak berlarut-larut dan justru menimbulkan konflik dalam keluarga. 

Oleh sebab itu, perlu melakukan pengujian kesetiaan pasangan jika Bunda merasa ragu. 

Langkah paling mudah dan efektif untuk menguji kesetiaan suami adalah dengan membantu suami mencapai puncak kesuksesan, baik dalam karir maupun kesuksesan pada berbagai bidang lainnya. Lalu jika suami sudah sukses, apakah dia tetap mau bersamamu hingga akhir hayatnya? Coba cari tahu jawaban ini. 

Sebab ada sebuah kalimat indah mengenai hal ini, "Ketika suami berada pada titik tertingginya. Maka para suami hendaklah setia pada satu wanita yang telah menemanimu sedari awal dulu, sedari nol hingga berada di titik ini" 

Baca juga :  Istri Beruntung itu Kalau Punya Suami Seperti ini 

5 Cara Menguji Kesetiaan Suami 

Selain itu, Bunda juga bisa mengujinya dengan kelima cara ini : 

1. Buat situasi tidak menyenangkan 

Sesekali buat situasi yang membuat pasanganmu menjadi tidak nyaman dan merasa kesal. Contohnya, seperti dia harus membayar makananmu karena kamu lupa bawa dompet atau kendaraanmu mendadak rusak sehingga harus pergi dengan kendaraan umum. 

Cara mengetahui dia setia atau tidak adalah dari responsnya menanggapi situasi sulit tersebut. Pasangan yang setia akan menerima dan memaklumi hal yang jarang terjadi seperti ini. Namun, kalau dia gak setia, tingkat emosinya akan lebih mudah terpancing dan bisa saja menghindari situasi yang tidak menguntungkan baginya. 

2. Tunjukan kekurangan kalian 

Selain itu, kamu juga bisa mencoba melakukan hal yang menunjukkan kekuranganmu di depannya. Tunjukkan ini secara bertahap dan amati bagaimana responnya ketika mengetahui kelemahanmu. 

Orang yang setia dan benar-benar mencintaimu akan bersyukur mengetahui sisi lain dari dirimu yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Namun, kalau dia malah menghindar dan perlahan menjauhi, tandanya dia gak setia dan mencintaimu apa adanya. 

3. Biarkan dia berinteraksi dengan lawan jenis 

Beri kesempatan dia untuk berinteraksi dengan lawan jenis, tanpa ada pengekangan atau larangan. Kemudian amati tanpa sepengetahuannya bagaimana cara dia berinteraksi dengan lawan jenis jika sedang tidak bersaamamu. 

Jelas, pasangan yang setia akan menjaga jarak dan menghargai perasaanmu dengan tidak berinteraksi secara berlebihan, bukan justru sebaliknya. 

4. Uji kesabarannya 

Cara selanjutnya adalah uji kesabarannya dengan menunjukkan sikap aneh yang biasanya tak pernah kamu lakukan. Buat para cewek, bisa berubah menjadi sosok yang manja dan cerewet. 

Cara mengetahui kesetiaannya dengan melihat seberapa peduli mereka ketika berhadapan dengan kondisi perbedaan sikapmu tersebut. Jika mereka banyak protes dan mengutarakan pendapatnya, artinya mereka tulus menyayangi. 

Namun, bila mereka malah masa bodoh atau tidak peduli, kamu patut mempertanyakan kesetiaannya. 

5. Ubah perilakumu terhadapnya 

Cara terakhir yang bisa kamu uji kepada pasangan untuk mengetahui kesetiaan hatinya, yaitu mengubah perilakumu terhadapnya. Sejatinya, pasangan yang setia akan menyelesaikan masalah secara baik-baik tanpa mengucap kata putus terlalu cepat dan reaktif.

Teladan Khadijah, Potret Istri yang Setia 

Bagi Bunda, jangan hanya berharap suami yang setia ya. Bunda pun juga harus memiliki sikap yang sama. Nah dalam Islam, ada tokoh wanita yang patut diacungi jempol atas kesetiaannya kepada sang suami. 

Beliau adalah Khadijah, istri Rasulullah SAW. Kesetiaannya terlihat ketika Rasulullah SAW menghadapi peristiwa mendebarkan, yakni penerimaan wahyu yang pertama di Gua Hira. 

Sekembalinya ke rumah, Nabi berkata kepada istrinya yang tercinta, “Aku merasa khawatir terhadap diriku.”

Saat itu Khadijah dengan segala kelembutannya berkata, “Wahai suamiku, demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakanmu karena sesungguhnya engkau adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan, serta sanggup memikul tanggung jawab. Engkau dikenal sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenangkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, senantiasa berbicara benar dan setia pada amanah,” tuturnya.

Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah?

Betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang istri kepada suami yang dilandasi iman yang teguh. Sedikit pun Khadijah tidak meragukan kebaikan suaminya. 

Khadijah begitu setia menyertai Nabi dalam setiap peristiwa suka dan duka. menanti kedatangan suaminya. Apabila Nabi mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, Khadijah akan mencoba menenteramkan dan menghiburnya sehingga suaminya benar-benar merasakan ketenangan. 

Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Malah dalam banyak kegiatan ibadah Rasulullah, Khadijah pasti membantu Rasulullah SAW, misalnya dengan menyediakan air untuk mengambil wudhu.

Kecintaan dan kesetiaan itu bukan sekadar kepada suami, namun jelas berlandaskan keyakinan yang kuat tentang keesaan Allah SWT. Beliau ikhlaskan segala pengorbanannya untuk mengharap ridho Allah. 

Semoga kita semua bisa menjadi istri setia selayaknya Khadijah ra. istri Rasulullah SAW. 

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb