Tata Cara Haji Lengkap dari Awal Hingga Akhir

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 15 Feb 2020

Tata Cara Haji Lengkap dari Awal Hingga Akhir

Tata cara haji di Makkah - Image from labbaik.id

Apakah Anda sudah mengetahui urutan haji dan tata cara haji yang lengkap? 

Jika belum maka sebagai umat Islam kita perlu tahu mengenai tata cara haji tersebut sebagai bekal dan persiapan untuk menunaikan rukun islam yang kelima ini. 

Ibadah haji bernilai wajib bagi umat Islam yang memiliki kemampuan mulai dari kemampuan fisik, materiil dan keilmuan diwajibkan untuk menunaikannya. 

Secara umum ibadah haji berarti ibadah yang dilakukan dengan berkunjung ke beberapa tempat di tanah suci dan melaksanakan berbagai amalan pada waktu yang telah ditentukan.
Secara bahasa, haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara' berarti berkunjung ke Baitul Haram pada waktu tertentu untuk melaksanakan berbagai amalan sesuai dengan syariat agama Islam. 

Jika anda belum memahami apa itu syariat agama islam bisa baca disini (Baca: Syariat Islam Adalah : Pengertian, Manfaat dan Contoh )

Ibadah haji dilaksanakan pada bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. 

Selain persiapan fisik, mental, finansial, persiapan ilmu juga tidak kalah pentingnya terutama mengenai tata cara haji. Dengan wawasan ini membuat Anda paham amalan-amalan apa yang perlu dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji.

Berikut Adalah 10 Urutan Ibadah Haji yang Perlu Kamu Ketahui : 

1. Ihram

Tata cara haji yang pertama diawali dengan melakukan Ihram pada tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiah). 

Ihram berarti niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah ke tanah suci Makkah. 

Dengan melakukannya menandakan Anda sudah memulai rangkaian ibadah haji. Di tempat Miqat ini jamaah membaca doa, berikut bacaan ibadah haji pada amalan ihram : 

Labbaika hajjan atau labbaika allahumma hajjan 

Artinya : "Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah haji." (HR. Muslim) 

Dilanjutkan dengan talbiyah : 

Labbaika allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka walmulk, laa syarika lak. 

Artinya : "Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah kepunyaan-Mu, demikian pula segala kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu." (HR. Bukhari)

2. Wukuf di Arafah 

Tata cara haji kedua adalah wukuf di arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, mulai waktu dzuhur sekitar pukul 12 siang hingga matahari terbenam sekitar pukul 6 sore. 

Wukuf di Arafah dilakukan dengan berdiam diri, berdzikir, merenungi hidup, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

3.Mabit di Muzdalifah

Tata cara haji yang ketiga adalah mabit di Muzdalifah. Amalan ini dilakukan setelah matahari terbenam,  meninggalkan Arafah dan menuju Muzdalifah. 

Sesampainya disana, kemudian melakukan Sholat maghrib, dan Isya jama' takhir dan di qasar. Kemudian bermalam hingga Shubuh. 

Persiapkan amalan selanjutnya untuk melempar jumroh dengan mengumpulkan batu-batu kecil (sebesar kacang tanah) sebanyak 7 biji. 

Selesai sholat shubuh berjamaah, berdoa di masy'aril haram (Muzdalifah).

4. Melontar Jumroh Aqobah

Tata cara haji yang keempat adalah melontar jumroh aqobah. 

Dari Masy'aril haram berpindah menuju Mina. Sesampainya beristirahat sejenak lalu menuju tempat jamarat untuk melontar. 

Bisa juga melakukan thowaf ifadah dulu tergantung situasi dan kondisi, mana yang lebih memungkinkan. 

Pelaksanaan lempar jumroh adalah saat setelah matahari terbit (dhuha) atau dikala matahari agak sedikit tinggi di tanggal 10 Dzulhijjah. 

Cara melontar: Upayakan mendekati jumroh, pastikan bahwa Anda tidak menyakiti orang lain. Posisikan diri Anda dimana qiblat berada di sebelah kiri. 

Sampai disini talbiyah dihentikan. Lontar jumroh dengan 7 kerikil dan setiap lontaran diikuti dengan menyebut Allahu Akbar.

Baca juga: 

5.Tahallul Awwal (Asghar)

Tata cara haji yang kelima adalah Tahallul yakni memotong rambut. Tahallul boleh memilih diantara 2 pilihan berikut : 

Taqsir : memotong rambut sampai pendek, bagi wanita menggunting beberapa helai rambut.

Tahliq : mencukur rambut sampai gundul, dimulai dari kanan ke kiri (hanya bagi laki-laki). Bagi wanita cukup memotong beberapa helai saja.

Bagi laki-laki yang terbaik adalah Tahliq. Setelah itu sudah boleh mengganti pakaian ihramnya dengan pakaian biasa dan semua larangan ihram halal kembali, kecuali jima’.

6. Hadyu (Qurban)

Tata cara haji yang keenam adalah Hadyu atau berkurban. 

Hadyu dilakukan pada tanggal yang sama, yakni tanggal 10 Dzulhijjah, namun jika tidak sempat bisa dilakukan keesokan harinya, yaitu tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah. 

Setelah berganti pakaian, menyembelih hadyu, atau menyerahkan penyembelihan itu kepada yang amanah.

7. Mabit di Mina

Tata cara haji yang ketujuh adalah Mabit di Mina. Setelah tahalul awal, jamaah kembali Mina untuk bermalam minimal selama 2 hari, yakni pada tanggal 11-12 Dzulhijjah. 

8. Melontar jumarat pada tanggal 11 - 13 Dzulhijjah

Tata cara haji yang kedelapan adalah tiga jamarat tersebut ialah Jumratul Ula, Jumratul Wustha, Jumratul Aqabah. Melontar jumrah dimulai setelah Dzuhur. 

Bagi yang udzur bisa sampai tengah malam. Cara melemparnya adalah seperti pada tanggal 10 dzulhijjah. 

Selesai melontar jumrah ula, kita bergeser kesebelah kiri, menghadap qiblat lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangan.
Hal yang sama kita lakukan setelah melontar Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah, seperti pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tanpa berdiri lama untuk berdo’a sebagai mana pada dua jamarat terdahulu.

9. Naffar Awal dan Naffar Tsani

Tata cara haji yang ke sembilan adalah naffar awwal dan naffar tsani. 

Setelah selesai melempar jumroh pada tanggal 12 Dzulhijjah, kita sudah menyelesaikan haji dan bisa meninggalkan Mina, lalu pulang ke Mekkah. 

Naffar Awal yakni keadaan sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. 

Namun jika matahari terbenam tapi masih berada di Mina, maka tidak boleh meninggalkan Mina dan harus bermalam untuk melempar jamarat pada hari berikutnya.

Sedangkan jika ingin melakukan Nafar Tsani maka harus bermalam satu hari lagi di Mina dan melempar jamarat pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah sholat dzuhur.

Selanjutnya diperbolehkan untuk menuju ke Mekkah.

10. Thowaf Wada

Tata cara ibadah haji yang terakhir ialah Thawaf Wada’ adalah ibadah terakhir dari rangkaian ibadah haji. 

Pelaksanaannya adalah seperti Thawaf Ifadah, tetapi tanpa diikuti dengan Sa’i.

Itulah tata cara ibadah haji dari awal hingga akhir, namun perlu diperhatikan bahwa pelaksanaan urutan haji diatas juga perlu menyesuaikan dengan kondisi yang ada. 

Jangan sampai demi mendapatkan keutamaan, membuat Anda melalaikan keselamatan dan keamananan diri. 

Pastikan sebelum melakukannya Anda sudah paham betul mengenai seluruh tata cara ibadah haji. Selamat menunaikan ibadah haji. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb