Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

 14 Oct 2019  Bima P

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

hidrokarbon - Image from byjus.com

Pembahasan pada artikel kali ini adalah tentang materi kimia. Kami wajibbaca.com akan membahas materi kimia dengan berfokus pada senyawa hidrokarbon.

Materi senyawa hidrokarbon yang akan kami bahas meliputi pengertian, klasifikasi, dan tata nama senyawa hidrokarbon.

Mari sama-sama kita simak penjelasan sebagai berikut.

Pengertian Senyawa Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang meliputi unsur hidrogen (H) dan karbon (C) dengan membentuk ikatan. Atom karbon adalah salah satu jenis atom yang cukup banyak berada di alam.

Berbagai bentuk keberadaan atom karbon di alam meliputi karbon, grafit, dan intan. Dalam susunan tabel periodik unsur, atom karbon memiliki nomor atom 6. Banyaknya elektron valensi atom karbon adalah 4, sehingga salah satu cara agar berada dalam kondisi stabil adalah membuat ikatan dengan 4 atom hidrogen (H), yang kemudian disebut hidrokarbon.

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa kimia yang terbentuk dari sebuah deret panjang rantai karbon. Rangkaian senyawa hidrokarbon dapat anda jumpai pada bensin, aspal, lilin, minyak pelumas (oli), solar, dan masih banyak lagi bahan alam yang terdiri dari deret panjang sebuah rantai karbon.

Nomor dari atom karbon adalah atom 6 dan dengan konfigurasi elektron 6C = 1s2 2s2 2p2. Karena memiliki 4 elektron pada kulit terluar, atom karbon dapat membentuk empat buah ikatan kovalen dengan atom – atom yang lain, baik ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, atau rangkap tiga.

Klasifikasi Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon dapat dibedakan berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon. Perbedaan tersebut berupa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Semua ikatan yang ada antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. 

Sedangkan pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.

Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, berikut kelompok dari senyawa hidrokarbon:

1. Hidrokarbon Alifatik

Hidrokarbon Alifatik adalah hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

hidrokarbon alifatik - Image from studiobelajar.com

2. Hidrokarbon Alisiklik

Hidrokarbon Alisiklik adalah hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

hidrokarbon alisiklik - Image from studiobelajar.com

3. Hidrokarbon Aromatik

Hidrokarbon Aromatik adalah hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

hidrokarbon aromatik - Image from studiobelajar.com

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

1. Senyawa Alkana

Senyawa alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Senyawa alkana membentuk deret homolog, yang berarti kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tabel deret homolog alkana dengan rumus molekul, rumus bangun, dan nama dari masing-masing senyawa.

Baca Juga :

1. Pengertian Sistem Periodik Unsur
2. Tips Menghafal Golongan Tabel Periodik Unsur

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

tabel alkana - Image from idschool.net

Aturan IUPAC untuk penamaan alkana

1. Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Jika terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang memiliki panjang yang sama, maka yang dipilih adalah rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.​

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

rantai c - Image from studiobelajar.com

2. Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi il. Berikut adalah tabel struktur dan nama dari beberapa gugus alkil.​

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

gugus alkil - Image from studiobelajar.com

3. Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

2 dan 4 metilpentana - Image from studiobelajar.com

4. Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

dimetilpropana - Image from studiobelajar.com

5. Substituen-substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti di, tri, n– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

5 etil 4 isopropil - Image from studiobelajar.com

2. Senyawa Alkena

Alkena merupakan suatu senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dan memiliki ikatan rangkap dua. Rumus umum pada alkena yaitu CnH2n. Aturan IUPAC pada penamaan alkena hampir memiliki persamaan dengan alkana, tetapi dengan beberapa modifikasi pada aturan dibawah ini.

1. Dalam alkena, rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang memiliki ikatan rangkap. Nama untuk rantai utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C yang sama dan dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

rantai utama alkena - Image from rumus.co.id

2. Urutan nomor pada rantai utama diawali dari ujung rantai posisi atom C memiliki ikatan rangkapnya akan mendapat nomor terkecil dan nomor posisi ikatan rangkap berdasarkan pada nomor atom C yang memiliki ikatan rangkap dari nomor lebih kecil.

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

penomoran alkena - Image from rumus.co.id

3. Senyawa Alkuna

Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. 

Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una.

Berikut kami berikan contohnya :

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

tata nama alkuna - Image from studiobelajar.com

Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

1. Alkana

  • sebagai bahan bakar, misal metana yang merupakan komponen utama LNG (Liquefied Natural Gas), propana atau butana yang merupakan komponen utama LPG (Liquified Petroleum Gas).
  • sebagai pelarut organik nonpolar, misal pentana, heksana, dan heptana
  • sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkena dengan reaksi cracking dan pembuatan haloalkana.

2. Alkena

Alkena berguna sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, contoh : pembuatan alkana, haloalkana, alkohol, aldehid, keton, dan polimer. 

Etena adalah hormon tumbuhan yang dapat mempercepat matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. 

Propena merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan baku pembuatan karet poliisoprena.

3. Alkuna

Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C.

Demikianlah artikel dari kami tentang senyawa hidrokarbon. Semoga artikel ini dapat membantu anda khususnya siswa dengan jurusan kimia paham tentang senyawa hidrokarbon beserta tata nama senyawanya.