Waspada Balita di Riau ini Tewas Saat Bermain Ayunan

 30 Nov 2019  Arief Prasetyo

Waspada Balita di Riau ini Tewas Saat Bermain Ayunan

Image from youtube.com

Semua anak-anak pasti senang pergi ke taman bermain dengan menaiki ayunan. Terkadang untuk hiburan anak agar tidak rewel.

Kalau sudah begitu terkadang orangtua sedang sibuk dengan smartphonenya tanpa pengawasan.  Permainan yang tadinya gembira menjadi bahaya.

Hal ini bukan salah keberadaan taman bermain tersebut atau ayunan yang tidak layak, melainkan pengawasan orang tua yang lalai seperti asik bermain Hp bahkan berbincang-bincang dengan orang disekitarnya.

Banyak sekali kejadian yang luput dari pengawasan ketika mereka berada di taman bermain yang mengakibatkan luka-luka hingga menewaskan. Seperti yang dialami balita yang tewas akibat ayunan berikut ini

Baca Juga :

Kasus Tewasnya Balita Tergantung Ayunan di Riau

Waspada Balita di Riau ini Tewas Saat Bermain Ayunan

dampak berbahaya bermain ayunan - Image from today.line.me

Kasus kelalaian orang tua seperti ini sangat sering terjadi di beberapa negara bahkan di Indonesia

Beberapa hari lalu terjadi kasus di Riau, Kevin, bocah lima tahun itu ditemukan tewas tergantung di lahan kosong, tak jauh dari pekarangan rumahnya. Peristiwa itu terjadi senin lalu di Riau.

Pihak Kepolisian yang datang ke lokasi menjelaskan. Berawal ketika korban tengah bermain dengan teman sebayanya Jeremy di sebuah tapak tanah kosong, yang berjarak 50 meter dari rumahnya.

Mereka berdua bermain ayunan, dengan simpul untuk memotong kambing korban memasukkan kepalanya ke dalam simpul, niatnya hanya untuk main ayunan, Namun, nyawa korban tak dapat ditolong.

Kevin meninggal sebelum dilarikan kerumah sakit. Dari kisah di atas pastinya ada dampak buruk yang ditimbulkan saat buah hati anda bermain ayunan. 

Banyak alasan yang membuat permainan ayunan tersebut menjadi berbahaya. Agar anda lebih berhati dalam mengajak buah hati anda, berikut fakta dampak buruknya permainan ayunan :

Baca Juga :

Dampak Buruk Permaian Ayunan Bagi Buah Hati Anda

Dalam mengayun bayi anda sebaiknya tidak terlalu kencang. Mengayun terlalu kencang dapat membahayakan bayi, hal ini biasanya disebut dengan shaken syndrome baby (sindrom bayi terguncang).

Sindrom ini sudah diketahui sejak tahun 1972 oleh seorang ahli rontgen. Biasanya, sindrom ini timbul dengan gejala muntah-muntah dan kejang-kejang.

Namun, setelah diperiksa ternyata ada robekan di pembuluh darah otak. Struktur tubuh yang dimiliki bayi yang masih sangat lemah, guncangan atau efek ayunan bayi yang kuat dapat menyebabkan terjadinya tarikan atau rentangan antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala.

Hal ini menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah yang menghubungkan antara otak dengan selaput otak.

Gejala yang paling ringan pada bayi yang terkena sindrom tersebut adalah perdarahan di retina (selaput jala) mata dan jangka panjang dapat menyebabkan kebutaan bahkan bisa menewaskan jika dalam segi keamanan kurang.