Fakta Bakso Diduga Pakai Daging Tikus, ini Kronologi dan Pengakuan Penjual

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 03 Feb 2020

Fakta Bakso Diduga Pakai Daging Tikus, ini Kronologi dan Pengakuan Penjual

Bakso diduga dari daging tikus - Image from style.tribunnews.com

Ternyata ini faktanya

Sempat heboh video rekaman dari pelanggan bakso yang menemukan daging hitam mirip kaki tikus. Kini sudah terungkap beberapa faktanya, berikut penjelasan kepolisian mengenai kebenaran bakso yang diduga terbuat dari daging tikus itu

Warga Madiun, Jawa Timur ( Jatim ) digemparkan kabar adanya bakso daging tikus yang viral di media sosial dalam bentuk video yang diunggah ke status WhatsApp.

Kasus ini bermula setelah seorang konsumen berinisial ADR mengunggah status WhatsApp (WA) dilengkapi video diduga bakso berbahan daging tikus berdurasi 24 detik, Sabtu (25/1/2020). Kejadian ini pun langsung viral di WhatsApp, bakso diduga pakai daging tikus, lokasi warung dan pengakuan penjual.

Semoga Anda tak pernah makan di warung ini.

Berikut fakta-fakta yang  terkait dugaan adanya bakso tikus yang kini sedang diselidiki Polres Madiun.

1. Pelanggan komplain yakini kaki tikus di dalam bakso

Pengunggah video bakso daging tikus, ADR (20) menunjukkan ada sesuatu benda warna abu-abu menyerupai kaki dengan kuku di bagian ujung, dari bakso yang dia remas.

"Iki opo nek ra sikil'e tikus co," kata seseorang dalam video itu.

Perempuan warga Dusun Jatus, Dersa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun ini kemudian menelusuri kaki tikus di dalam bakso dengan yang ada di mesin pencari.

Hasilnya, ADR meyakini, kaki tikus berkuku yang ada di dalam bakso tersebut sama dengan hasil di mesin pencari.

Unggahan ADR tersebut sontak menggemparkan warga Madiun.

ADR merekam temuannya itu dan mengunggah di status WhatsAppnya.

"Kronologinya pada saat ADR makan bakso di lokasi, di dalam pentol bakso menemukan daging hitam menyerupai kaki tikus.

Kemudian pentol bakso dibungkus dibawa pulang, kemudian dia browsing bentuk kaki tikus dan hasilnya mirip yang ada di dalam pentol bakso.

Kemudian pentol bakso yang dibawa pulang juga diperiksa dan di dalamnya juga terdapat daging hitam yang menyerupai kaki tikus, kemudian divideokan dan buat status WA," kata Kapolsek Pilangkenceng, AKP Sumantri.

2. Diselidiki polisi

Kapolsek Pilangkenceng AKP Sumantri, ketika dikonfirmasi mengaku sedang menyelidiki kasus video viral bakso daging tikus tersebut.

Pihaknya telah meminta keterangan dari ADR dan pemilik bakso.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk kami mintai keterangan," kata AKP Sumantri saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2020).

Dari hasil keterangan saksi, Sabtu (25/1/ 2020) sekitar 17.30 WIB, membeli bakso di sebuah kedai di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun sebanyak 2 mangkok bersama temannya dan membungkus 1 porsi untuk dibawa pulang.

Kemudian sekitar pukul 20.40 WIB, ADR komplain ke penjual melalui WA bahwa bakso yang dibelinya di temukan sesuatu berupa potongan kecil yg diduga mirip kaki tikus.

3. Pengakuan penjual

Berdasarkan keterangan pemilik kedai bakso, berinisial S, pentol bakso tersebut dibeli dari pedangang bakso berinisial A di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Sedangkan A, mengaku mengambil bakso dari wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Baksonya ngambil, dia nggak produksi. Sudah sekitar 2 tahun berjualan, bukanya pagi hingga sore," imbuhnya mengatakan.

Saat ini, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) untuk melakukan uji lab dan penelitian terhadap pentol bakso tersebut guna menguji kebenarannya.

4. Polres Madiun uji lab

Setelah heboh unggahan viral video bakso daging tikus, Polres Madiun mengirim sampel bakso ke Balai Veteriner di Boyolali.

Sampel bakso yang diduga mengandung daging tikus sudah dikirim anggota ke Balai Veteriner di Boyolali untuk diuji di laboratorium," ujar Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Kamis (30/1/2020) ketika dikonfirmasi.

Selain memeriksa kandungan bakso, polisi juga menelusuri alur perdagangan bakso.

Sebab, berdasarkan pengakuan sang pemilik warung berinisial S, bakso yang dijualnya tersebut dibeli dari penjual bakso berinisial A warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Sementara itu A, juga mengaku tidak memproduksi sendiri bakso yang dijualnya.

Bakso tersebut dia beli dari produsen bakso yang berada di Desa Kedungombo, Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

"Pemilik warung bakso yang viral ini merupakan tangan ketiga dalam mendapatkan bakso yang dijualnya," kata Ruruh.

Sementara itu, agar tidak membuat keresahan di masyarakat, pihak kepolisian mengimbau kepada pemilik warung bakso agar tidak menjual bakso hingga hasil uji laboratorium keluar dan semuanya jelas.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb