foto via wajibbaca.com
Punya banyak utang tapi gaya, apakah kamu salah satunya?
Masyarakat Indonesia masih susah untuk menabung, kebanyakan dari mereka masih tertarik meningkatkan gaya hidup supaya terlihat kaya daripada menjadi orang kaya sesungguhnya. Hidup dijaman sekarang ini tanpa kartu kredit seperti tak punya apa-apa.
“Ya ampuun… mobilnya keluaran terbaru.”
“Rumah sama furniturenya bagus banget…”
“Jam tangan sama sepatunya merek mahal.”
“Bulan lalu ke Eropa, bulan ini dia ke Korea…”
Sering menemukan orang-orang yang secara tampilan luar terlihat kaya padahal semua kemewahan itu didapat dari membayar secara ngutang alias kredit?
Tidak hanya rumah atau mobil seharga ratusan juta yang dicicil, bahkan minum kopi atau beli baju yang harganya ratusan ribu pun banyak yang menggesek kartu kredit juga.
Baca juga : "Pak Ustadz rezeki saya seret, apa karena orangtua saya ikut dalam tanggungan saya?"
Padahal utang merupakan salah satu hal yang bisa mencegah kita masuk ke surga. Mengapa zaman sekarang ini banyak orang yang malah membinasakan diri dengan berutang untuk hal yang tidak terlalu penting?
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412)
Saat ini kita memang seperti terjebak di zaman yang penuh lilitan utang.
Seolah tanpa kartu kredit, tanpa mencicil, dan tanpa utang, kita takkan bisa punya apa-apa.
Oleh sebab itu, 5 poin ini perlu sekali dipertimbangkan agar tidak mudah tergiur gaya hidup penuh utang: